Menperin: Kenaikan Harga Plastik tak Terhindarkan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu
 Kenaikan Harga Plastik tak Terhindarkan ilustrasi(Antara)

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita buka bunyi mengenai kenaikan harga plastik nan sekarang menghantui para pelaku upaya dan masyarakat selaku konsumen. Ia mengakui terjadi kenaikan nilai di tingkat produksi seiring melonjaknya biaya bahan baku dunia imbas perang di Timur Tengah. Eskalasi konflik. tuturnya, berakibat pada pasokan nafta sebagai bahan baku utama industri petrokimia. Gangguan pengedaran dan produksi dunia akhirnya memicu kenaikan biaya di tingkat hulu.

“Gangguan pada rantai pasok dunia memang memberikan tekanan terhadap struktur biaya produksi plastik,” ujar Agus, Rabu (8/4).

Namun, dia memastikan bahwa pemerintah telah melakukan upaya pengamanan pasokan melalui beragam kanal alternatif.

Ia menjelaskan bahwa Kemenperin terus memperkuat koordinasi dengan pelaku industri manufaktur guna memitigasi akibat gangguan rantai pasok global. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketahanan industri nasional agar tetap bisa memenuhi kebutuhan domestik maupun ekspor.

“Sinergi antara pemerintah dan pelaku upaya menjadi kunci untuk memastikan industri tetap resilien di tengah tekanan global,” pungkas Agus

Kementerian Perindustrian berbareng pelaku industri petrokimia hulu telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Salah satunya dengan mencari sumber pasokan nafta pengganti di luar area Timur Tengah guna mengurangi ketergantungan.

Selain itu, industri juga mengoptimalkan penggunaan LPG sebagai bahan baku penyangga (buffer) dalam proses produksi. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan plastik daur ulang berbobot tinggi sebagai substitusi guna menjaga stabilitas pasokan.

Terkait rumor keterbatasan stok hingga Mei, Agus menegaskan kondisi industri bungkusan nasional tetap berada dalam fase ekspansi. Hal ini tercermin dari info Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Maret 2026 nan menunjukkan keahlian subsektor tersebut tetap kuat.

“Masyarakat dan pelaku industri tidak perlu panik. Produk plastik dipastikan tetap tersedia di pasar,” tegasnya. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia