Menperin Dorong Pabrikan Jepang Produksi Kendaraan Listrik di Indonesia

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Mobil Listrik Toyota bZ4X tampil perdana di ASEAN lewat Pameran GIIAS 2022. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Pemerintah menegaskan percepatan transisi menuju kendaraan listrik bakal terus didorong di beragam segmen otomotif. Tak hanya mobil penumpang, transformasi ini juga bakal mencakup sepeda motor, bus, hingga kendaraan komersial seperti truk.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar nasional dalam menjaga ketahanan energi. Terlebih, dinamika dunia seperti bentrok di area Timur Tengah turut menjadi pelajaran krusial bagi Indonesia.

Menurutnya, ketergantungan terhadap bahan bakar fosil kudu segera ditekan melalui elektrifikasi kendaraan. Oleh lantaran itu, pemerintah tengah menyiapkan roadmap komprehensif untuk mempercepat peralihan ke kendaraan listrik.

“Keinginan dari Bapak Presiden sangat jelas bahwa semua kendaraan, semua kendaraan itu ke depan berbasis listrik. Ya, lantaran memang sekarang semakin terlihat kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil,” ujar Agus saat ditemui wartawan di Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

Mobil listrik Suzuki e Vitara debut di GIIAS 2025, Rabu (23/7/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan

Di tengah perubahan tersebut, Agus juga menyoroti dinamika industri otomotif nasional, khususnya mengenai mulai tergesernya beberapa merek Jepang oleh produsen asal China. Ia menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus sirine bagi pabrikan lama.

“Ya saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya lantaran semuanya ini kan berangkaian dengan market ya. Jadi dia kudu harus bisa menyesuaikan apa nan menjadi kemauan market. nan kedua, produsen Jepang juga kudu bisa mulai membaca bahwa policy kita bakal shifting bakal lebih sigap shifting kepada penggunaan mobil-mobil berbasis EV,” tegasnya.

Ia menegaskan, arah kebijakan pemerintah sudah jelas dan menjadi sinyal kuat bagi pelaku industri otomotif. Bahkan, elektrifikasi tidak hanya terbatas pada kendaraan ringan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang memberikan keynote speech pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

“Ini lesson learned nan begitu luar biasa dari bentrok di Middle East ini adalah ketahanan daya kita, di mana kita kudu bisa merancang sededikit mungkin kebutuhan-kebutuhan produksi itu nan berbasis fosil, nan berbasis BBM," pungkasnya.

"Saya kira itu produsen-produsen Jepang kudu bisa memandang bahwa kita bakal shifting ke situ dan ini pengarahan langsung dari Bapak Presiden agar agar kita bisa segera full pada pada EV ya, baik itu motor maupun mobil, termasuk bus,” lanjutnya.

Dengan arah kebijakan tersebut, pemerintah berambisi seluruh produsen otomotif dapat segera beradaptasi. Hal ini krusial agar industri tetap kompetitif di tengah perubahan besar menuju era kendaraan listrik.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan