MenPAN-RB Tekankan Digitalisasi Harus Memudahkan Layanan Masyarakat

Sedang Trending 41 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Rini Widyantini, menegaskan transformasi digital pemerintahan kudu berorientasi pada faedah nan dirasakan masyarakat.

Hal ini dapat dilihat dari kemudahan mengakses layanan, berkurangnya beban administrasi, hingga meningkatnya kualitas pelayanan publik dan kepercayaan terhadap pemerintah.

Menurut Rini, keberhasilan transformasi digital tidak semata-mata diukur dari kecanggihan teknologi maupun capaian indeks digitalisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena pada akhirnya, transformasi digital bukan hanya tentang seberapa maju teknologi nan kita miliki, tetapi tentang seberapa besar perubahan positif nan dapat kita hadirkan bagi masyarakat," ungkap Rini dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).

Hal tersebut disampaikan dalam Peruri Digital Summit 2026 di Jakarta.

Selain itu, pemanfaatan teknologi juga kudu diiringi dengan penguatan peran aparatur sipil negara (ASN). Teknologi tidak semestinya mengambil alih tanggung jawab birokrasi, tetapi membantu ASN bekerja lebih berkualitas, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan tugas, dan menghadirkan pelayanan publik nan semakin baik bagi masyarakat.

"Kita tidak sedang membangun birokrasi nan menyerahkan tanggung jawabnya kepada mesin. Justru teknologi kudu membantu ASN bekerja lebih berkualitas, sehingga dapat memberikan pelayanan nan semakin baik kepada masyarakat," ujarnya.

Selain penguatan peran ASN, keberhasilan transformasi digital juga ditentukan oleh integrasi info dan jasa lintas instansi, keamanan siber, perlindungan privasi, serta tata kelola teknologi nan tepercaya.

Rini turut menyoroti pentingnya kerjasama antara pemerintah, PERURI, bumi usaha, akademisi, dan mitra teknologi dalam membangun ekosistem pemerintahan digital nasional.

Melalui Peruri Digital Summit 2026, Rini berambisi kerjasama antara pemerintah, PERURI, bumi usaha, akademisi, dan mitra teknologi semakin kuat dalam mewujudkan pemerintahan digital nan terintegrasi, aman, adaptif, dan tepercaya.

"Saat ini bukan lagi sekadar gimana menjadi digital, melainkan gimana tetap relevan dan bisa beradaptasi ketika perkembangan teknologi berjalan lebih sigap daripada siklus kebijakan" pungkasnya.

(prf/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑