Menlu Dalami Informasi 8 WNI Diduga Direkrut Jadi Tentara Rusia

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta -

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono buka bunyi mengenai delapan penduduk negara Indonesia (WNI) nan diduga direkrut menjadi tentara Rusia. Ia menyatakan pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) tetap mendalami info keterlibatan tersebut.

"Kementerian Luar Negeri berbareng lembaga mengenai terus mendalami info nan kami terima beberapa hari lampau mengenai keterlibatan delapan penduduk negara Indonesia nan diduga direkrut," kata Sugiono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (4/9/2026).

Sugiono menekankan bahwa tugas Kementerian Luar Negeri adalah memberikan perlindungan terhadap WNI di luar negeri. Ia menegaskan hak-hak konsuler bakal dipenuhi oleh Kemlu sepanjang tidak ditemukan unsur-unsur nan menyebabkan mereka kehilangan kewarganegaraan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hak-hak konsuler kudu kami penuhi sepanjang tidak ditemukan unsur-unsur nan menyebabkan mereka kehilangan kewarganegaraan," ucapnya.


Kabar 8 WNI Jadi Tentara Rusia

Sebelumnya, dilaporkan ada delapan WNI nan direkrut oleh angkatan bersenjata Rusia untuk bertempur dalam perang melawan Ukraina. Laporan tersebut diterbitkan oleh Dinas Intelijen Luar Negeri Ukraina pada 27 Agustus melalui kanal Telegram.

Melansir The New Voice of Ukraine, Senin, badan intelijen tersebut menyatakan telah memperoleh arsip nan mengonfirmasi adanya perekrutan tersebut.

Media tersebut melaporkan bahwa upaya perekrutan WNI memungkinkan Kremlin menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan penduduk negara asing sebagai bagian dari propaganda.

Sementara itu, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, memastikan pihaknya terus memverifikasi info mengenai WNI nan diduga berasosiasi dengan angkatan bersenjata Rusia melalui perwakilan RI serta berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait.


Yvonne menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia juga bakal mendalami kemungkinan adanya unsur penipuan, eksploitasi, alias perekrutan melalui tawaran pekerjaan nan tidak sesuai dengan tujuan sebenarnya.

"Informasi mengenai identitas, status kewarganegaraan, proses perekrutan, serta corak keterlibatan perseorangan nan disebutkan tetap perlu dipastikan lebih lanjut," kata Yvonne dalam keterangannya, Senin (31/8/2026).

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, berasas info dari otoritas intelijen Indonesia, perekrutan para WNI dilakukan oleh pihak ketiga nan seolah-olah membuka lowongan pekerjaan dengan tawaran penghasilan besar.

"Jadi kami mendapatkan info dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu dilakukan oleh negara pihak ketiga nan membikin seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan ataupun tenaga manajemen nan diiming-imingi penghasilan besar," kata Dasco di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dasco menyebut para WNI tersebut mendaftar, lampau dikirim untuk menjadi tentara. Ia mengatakan Kemlu sudah berkoordinasi dan mengirimkan utusan ke negara terkait.

"Nah, para WNI ini mendaftar, lampau dari situ akhirnya dikirim untuk menjadi tentara. Begitu info nan kami dapat. Saat ini otoritas intelijen dan Kementerian Luar Negeri sudah melakukan antisipasi, berkoordinasi, dan mengirimkan utusan ke negara-negara tersebut," ungkap Dasco.

(eva/aik)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News