Menko Polkam: Operasi Darat Harus Digencarkan untuk Kendalikan Karhutla

Sedang Trending 5 jam yang lalu
 Operasi Darat Harus Digencarkan untuk Kendalikan Karhutla MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago.(Dok. Antara)

MENTERI Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menegaskan bahwa operasi satuan tugas (satgas) darat merupakan kunci utama dalam mengendalikan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Ia menginstruksikan agar setiap titik api segera dipadamkan sebelum sempat meluas.

Hal tersebut disampaikan Djamari saat meninjau langsung upaya penanggulangan karhutla di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (1/8/2026). Ia meminta seluruh personel tidak hanya mengandalkan pemadaman dari udara.

“Seluruh satgas kudu meningkatkan operasi darat dan tidak mengandalkan penanganan karhutla melalui udara sebagai upaya utama mengendalikan kebakaran,” ujar Djamari.

Menurut Menko Polkam, kondisi cuaca panas ekstrem saat ini memicu api menyebar dengan sangat cepat. Oleh lantaran itu, kecepatan respons personel di lapangan menjadi aspek krusial untuk mencegah kebakaran berkembang ke wilayah nan lebih luas.

Ia menjelaskan bahwa patroli darat kudu bisa mendeteksi dan memadamkan api sekecil apa pun. Jika kebakaran sudah membesar, penanganan bakal menjadi jauh lebih susah dan memerlukan support helikopter water bombing (pengebom air) nan menyantap biaya serta sumber daya besar.

Pentingnya Pendinginan Lahan Gambut

Djamari juga mengingatkan para petugas di lapangan agar tidak sigap berpuas diri setelah api tampak padam. Ia menekankan bahwa proses penanganan belum dianggap selesai jika pendinginan (cooling down) belum dilakukan secara menyeluruh.

“Jangan terlalu percaya diri setelah api sukses dipadamkan. Penanganan belum selesai andaikan proses pendinginan belum dilakukan secara menyeluruh,” tegasnya.

Khusus untuk wilayah Kalimantan Selatan nan didominasi lahan gambut, dia meminta seluruh area jejak terbakar terus dibasahi dengan memaksimalkan sumber air nan tersedia. Hal ini bermaksud untuk memastikan tidak ada bara api nan tersisa di bawah permukaan tanah nan berpotensi memicu kebakaran kembali.

Koordinasi dan Keselamatan Petugas

Selain penguatan operasi lapangan, Menko Polkam menekankan pentingnya sinergi antar-lembaga. Ia meminta satgas segera melaporkan kebutuhan personel maupun peralatan kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) jika ditemukan hambatan di lapangan.

Ia juga mendorong pemerintah wilayah untuk memperkuat koordinasi agar setiap kejadian karhutla dapat ditangani secara cepat, efektif, dan terkendali. Namun, di atas semua upaya teknis tersebut, Djamari menegaskan bahwa keselamatan nyawa personel adalah prioritas tertinggi.

“Intinya adalah jangan sampai ada korban, utamakan keselamatan petugas di lapangan. Setiap operasi kudu dikendalikan ketua lapangan dengan memperhitungkan kondisi api, arah angin, dan aspek teknis lainnya,” pungkas Djamari. (Ant/H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia