Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengecam kasus kekerasan anak nan terjadi di sebuah daycare di Yogyakarta.
Ia menyatakan pemerintah memastikan penanganan kasus dilakukan secara menyeluruh, termasuk pendampingan terhadap korban.
"Seperti nan kita ikuti beberapa hari nan lalu, terjadi kasus kekerasan anak di daycare di Kota Yogyakarta. Ini adalah kejadian nan sangat memprihatinkan dan tidak dapat ditoleransi, dan sebagaimana acapkali diperintahkan oleh Bapak Presiden bahwa negara kudu datang sigap menjawab persoalan masyarakat dan meningkatkan kualitas jasa kepada masyarakat, termasuk dalam kasus daycare ini," ujar Pratikno dalam konvensi pers di Jakarta, Kamis (30/4).
Koordinasi Lintas Lembaga
Ia menegaskan pemerintah melalui Kemenko PMK terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani kasus tersebut.
"Jadi, Kemenko PMK terus berkoordinasi dengan K/L (kementerian/lembaga), dengan Kementerian PPPA, Kemendagri, Pemda, dan kementerian nan lain, KPAI, dan Kepolisian juga mengenai kasus penanganan daycare di Yogyakarta," jelasnya.
Penutupan Daycare dan Pendampingan Korban
Dalam penanganan di lapangan, Pratikno mengatakan pemerintah telah mengambil sejumlah langkah, termasuk penutupan tempat penitipan anak nan menjadi letak kejadian.
"Jadi, sebagaimana kita ikuti, telah dilakukan penutupan dan penyegelan daycare Little Aresha. Kemudian juga Polri, dalam perihal ini Polda DIY, juga telah melakukan penegakan hukum, proses penegakan norma berjalan, dan di saat nan sama juga ada pendampingan korban dikawal oleh Bu Menteri PPPA dan kementerian nan lain," ungkap Pratikno.
Pemda Diminta Perketat Pengawasan
Selain itu, Pratikno meminta pemerintah wilayah di seluruh Indonesia meningkatkan pengawasan terhadap jasa daycare guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Jadi, kami juga meminta kepada Pemda-Pemda nan lain untuk melakukan pengecekan, melakukan pengecekan tentang kondisi daycare nan ada di daerah-daerah masing-masing," tandas dia.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·