Rohman Wibowo
, Jurnalis-Selasa, 14 April 2026 |07:40 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menekankan pertumbuhan ekonomi di kuartal II bakal ditopang esensial ekonomi nan kuat. Sejumlah parameter seperti peningkatan konsumsi rumah tangga hingga realisasi investasi digadang-gadang mempercepat percepatan perekonomian.
Airlangga menitikberatkan nilai inflasi nan terkendali, surplus neraca perdagangan nan telah berjalan selama 70 bulan berturut-turut, serta tingkat kepercayaan konsumen nan tinggi. Seturut itu, konsumsi rumah tangga menjadi penopang utama pertumbuhan dengan kontribusi 54 persen terhadap PDB.
“Proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun ini di atas 5,3 persen. Dan pada kuartal pertama tahun ini, optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 5,5% di 2026,” tutur Airlangga dalam keterangan resmi, dikutip Selasa (14/4/2026).
Menteri dari Partai Golkar ini juga menjelaskam sektor manufaktur tetap berada pada fase ekspansi dengan indeks 50,1, nan diikuti persediaan devisa tetap kuat sebesar USD148,2 miliar.
Sektor perbankan juga tak lepas disorot, seiring tetap solid dengan rasio permodalan nan kuat dan akibat angsuran nan terkendali. Risiko nan dimaksud dapat ditekan seperti pengetatan ayuri pemberian pinjaman.
Tak hanya itu, sumber daya alam turut memperbesar margin pertumbuhan. Terdapat kenaikan ekspor komoditas unggulan seperti batu bara, karet, nikel, tembaga, dan aluminium nan mencapai USD47 miliar turut memberikan natural hedging terhadap tekanan dari sektor minyak dan gas.
Dari sisi fiskal, APBN terus berfaedah sebagai alas ekonomi melalui penyaluran support pangan, potongan nilai transportasi, subsidi bahan bakar, dan kompensasi senilai sekitar Rp11,92 triliun. Selain itu, defisit APBN tetap terjaga rendah di level 0,93% terhadap PDB per Maret 2026.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·