Menko Airlangga: Kenaikan BI Rate 5,50 Persen Jaga Stabilitas Ekonomi

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
 Kenaikan BI Rate 5,50 Persen Jaga Stabilitas Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto.(MI/M Ilham Ramadhan Avisena)

MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa langkah Bank Indonesia (BI) meningkatkan suku kembang acuan alias BI Rate bermaksud utama untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Kebijakan ini dinilai memberikan sinyal kuat kepada pasar di tengah ketidakpastian gejolak global.

Airlangga mengungkapkan bahwa respons pasar terhadap kenaikan BI Rate sebesar 25 pedoman poin menjadi 5,50% telah menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nan menguat dan nilai tukar rupiah nan mulai menunjukkan tren apresiasi.

“BI Rate itu naik lantaran mengutamakan kestabilan. Jadi dengan BI Rate naik, terlihat respons daripada IHSG juga baik, masuk dalam green zone. Kemudian nan kedua, Rupiah juga sedikit menguat,” ujar Airlangga dilansir dari Antara, Selasa (9/6).

Berdasarkan info perdagangan Selasa, nilai tukar rupiah ditutup menguat 130 poin alias 0,71% ke level Rp18.058 per dolar AS. Sejalan dengan itu, IHSG Bursa Efek Indonesia (BEI) melonjak signifikan sebesar 404,51 poin alias 7,57% ke posisi 5.746,65.

Bank Indonesia sebelumnya memutuskan meningkatkan BI Rate untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar dan memastikan inflasi tetap terkendali. Langkah ini diambil setelah pelemahan Rupiah dinilai telah melampaui proyeksi bank sentral akibat tekanan eksternal.

Airlangga menambahkan, fundamen ekonomi Indonesia saat ini tetap sangat kuat, didukung oleh pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 nan mencapai 5,61 persen (yoy). Selain itu, keahlian ekspor nan solid dan pandangan positif dari negara mitra seperti Singapura memperkuat posisi tawar Indonesia.

“Market memandang Indonesia responsif terhadap gejolak ataupun situasi nan ada sekarang. Singapura juga mengapresiasi kebijakan nan diambil Indonesia, terutama nan berorientasi pada kepentingan nasional,” imbuhnya.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau ketahanan rantai pasok global, khususnya akibat disrupsi perang di Timur Tengah. Airlangga optimistis Indonesia mempunyai posisi strategis, terutama di sektor pupuk dengan keahlian ekspor urea mencapai 1,5 juta ton ke area regional. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia