MSCI Pertahankan RI di Emerging Market, IHSG Malah Anjlok 1,8% ke 5.991

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Warga melintas di depan layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (3/6/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,81 persen alias turun 110,31 poin ke level 5.991,02 pada perdagangan Selasa (24/6) pukul 13:34 WIB, meski Morgan Stanley Capital International (MSCI) memutuskan mempertahankan status Indonesia dalam golongan pasar berkembang (emerging market).

Berdasarkan info Stockbit, IHSG sempat menyentuh level tertinggi 6.171,38 dan terendah 5.989,86. Nilai transaksi seluruh pasar mencapai Rp 6,96 triliun dengan volume perdagangan 126,14 juta lot dan gelombang transaksi sebanyak 1,08 juta kali.

Sebelumnya, MSCI memutuskan mempertahankan status Indonesia sebagai pasar berkembang dalam hasil MSCI 2026 Market Classification Review per Juni 2026. Meski begitu, penyedia indeks dunia tersebut bakal mengevaluasi efektivitas beragam reformasi nan dilakukan otoritas pasar modal Indonesia.

Dalam pengumuman nan dirilis Selasa (23/6), MSCI mengungkapkan bahwa penanammodal lembaga internasional tetap menyampaikan kekhawatiran mengenai transparansi kepemilikan saham dan dugaan perdagangan nan terkoordinasi di pasar saham Indonesia.

"Untuk Indonesia, pelaku pasar menyampaikan kekhawatiran serius mengenai aspek investabilitas nan muncul dari persoalan tersebut," tulis MSCI, dikutip Rabu (24/6).

MSCI bakal terus menilai cakupan, konsistensi, dan efektivitas berkepanjangan dari reformasi tersebut dalam konteks penentuan free float dan aspek investabilitas pasar secara lebih luas.

Lembaga tersebut juga memperingatkan andaikan kemajuan nan memadai belum terlihat hingga Tinjauan Indeks MSCI November 2026, maka sejumlah opsi bakal dipertimbangkan, termasuk kemungkinan membuka konsultasi mengenai status Indonesia.

instagram embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan