Ilustrasi(Antara)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap argumen nan membuatnya tetap memperkuat di bumi politik meski kudu menelan kekalahan dalam empat pemilihan umum. Menurutnya, tekad itu lahir dari kepercayaan bahwa arah pembangunan ekonomi Indonesia saat itu tidak berpihak kepada rakyat kecil, khususnya petani dan nelayan.
Hal tersebut disampaikan Prabowo saat berpidato dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan ke-XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).
Di hadapan ribuan petani dan nelayan, Prabowo menyatakan, sektor pangan merupakan fondasi utama kehidupan sebuah bangsa. Karena itu, kesejahteraan para produsen pangan kudu menjadi perhatian utama negara.
"Para petani dan nelayan adalah penghasil makanan, penghasil pangan. Tidak ada negara bisa berdiri, tidak ada negara bisa bertahan, apalagi tidak ada peradaban nan bisa memperkuat tanpa pangan," kata Prabowo.
Ia kemudian mengenang perjalanan politiknya setelah pensiun dari TNI. Ia mengaku memutuskan terjun ke bumi politik lantaran memandang kebijakan ekonomi nan menurutnya berada di jalur nan keliru.
Prabowo menyebut saat itu mengerti neoliberal menjadi rujukan dalam pengambilan kebijakan ekonomi. Dalam pandangannya, pendekatan tersebut condong membiarkan golongan lemah bersaing sendiri tanpa support negara, sementara perhatian lebih banyak diberikan kepada pihak nan sudah kuat.
Pengalaman itu semakin membekas ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Saat pemerintah berencana mengimpor beras menjelang musim panen, Prabowo mengaku berupaya mencegah kebijakan tersebut lantaran dinilai merugikan petani dalam negeri.
Ia menilai impor beras pada masa panen dapat menekan nilai gabah dan membikin petani kesulitan memperoleh keuntungan.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkap keterkejutannya ketika mendengar pandangan nan menilai Indonesia tidak perlu melindungi petani lokal andaikan negara lain dinilai bisa menghasilkan beras dengan lebih efisien.
"Saya kaget. Saya kaget dan saya sedih. Saya mengatakan dalam hati saya ini salah besar. Ini tidak mengerti apa makna negara. Tidak mengerti apa makna bernegara. Tidak mengerti kenapa kita mau merdeka," ujarnya.
Menurut Prabowo, kemerdekaan Indonesia tidak hanya bermaksud membentuk sebuah negara, tetapi juga menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat. Karena itu, negara kudu memastikan petani, nelayan, buruh, dan masyarakat luas memperoleh kehidupan nan layak, mulai dari pendidikan, perumahan, hingga jasa kesehatan nan terjangkau.
Ia menegaskan bahwa perjuangannya di bumi politik selama puluhan tahun didorong oleh kemauan untuk memperkuat rakyat dari lapisan bawah.
"Karena itulah saya bertekad, saya berjuang. Saya terus di politik. Karena saya memandang belum ada upaya besar dari elite Indonesia untuk memperkuat rakyat Indonesia dari bawah," kata Prabowo.
Presiden juga meyakini support kalangan petani menjadi salah satu aspek krusial nan mengantarkannya meraih kemenangan pada Pilpres 2024. Karena itu, dia menyampaikan apresiasi kepada family besar HKTI dan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) nan selama ini menjadi bagian dari perjuangannya. (E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·