Anggie Ariesta
, Jurnalis-Jum'at, 13 Maret 2026 |21:40 WIB

Menko Airlangga (Foto: Okezone)
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan tantangan berat dalam menjaga postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.
Airlangga melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa periode pemisah defisit 3 persen sekarang sangat susah untuk dipertahankan akibat gejolak geopolitik global.
Menurut Airlangga, menjaga defisit tetap di bawah 3 persen bakal membawa akibat besar terhadap rencana pembangunan nasional.
"Artinya beragam skenario defisit susah dipertahankan selain kita mau memotong shopping dan pertumbuhan," kata Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jumat (13/3/2026).
Pemerintah telah menyiapkan tiga simulasi berasas perubahan nilai minyak mentah dan nilai tukar Rupiah nan terus mengalami tekanan.
Skenario Pertama, nilai minyak USD86 per barel dengan kurs Rp17.000 per dolar AS. Dalam kondisi ini, pertumbuhan ekonomi diperkirakan 5,3 persen, tingkat kembang SBN 7,2 persen, dan defisit mencapai 3,18 persen.
Skenario Kedua, nilai minyak melonjak ke USD97 per barel dengan kurs Rp17.300 per dolar AS. Pertumbuhan ekonomi diprediksi melambat ke 5,2 persen dengan nomor defisit membengkak menjadi 3,53 persen.
Skenario Ketiga (Terburuk)C arga minyak menembus USD115 per barel dengan kurs Rp17.500 per dolar AS. Pada titik ini, nomor defisit diperkirakan melonjak tajam hingga 4,06 persen.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·