Menkeu AS Sebut Ekonomi Bisa Tumbuh 3,5% pada 2026 Meski Ada Perang di Iran

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Pendiri Key Square Group, Scott Bessent, berbincang dalam sebuah aktivitas kampanye untuk calon presiden dari Partai Republik dan mantan Presiden AS, Donald Trump, di Asheville, North Carolina, AS, 14 Agustus 2024. Foto: Jonathan Drake/REUTERS

Menteri Keuangan (Menkeu) Amerika Serikat (AS) Scott Bessent menilai perekonomian AS secara mendasar tetap kuat dan pertumbuhan tetap dapat melampaui 3 persen alias 3,5 persen pada 2026, meski ada akibat perang AS-Israel dengan Iran.

Dikutip dari Bloomberg, Bessent menganggap pemangkasan perkiraan pertumbuhan dunia dan proyeksi inflasi nan lebih tinggi oleh Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia sebagai reaksi berlebihan.

IMF memangkas prospek pertumbuhan ekonomi AS lantaran lonjakan nilai daya nan dipicu oleh perang Iran.

"Saya pikir perekonomian secara mendasar tetap kuat. Saya pikir pertumbuhan dapat dengan mudah melampaui 3 persen, 3,5 persen tahun ini," kata Bessent, dikutip pada Rabu (16/4).

Serangan AS dan Israel terhadap Iran telah meningkatkan nilai minyak dan mengguncang pasar global. Perang tersebut menyebabkan blokade Selat Hormuz, jalur nan dilewati sekitar 20 persen ekspor minyak dan gas alam global.

Bessent juga mengomentari tarif AS terhadap negara lain. Ia mengatakan bahwa tarif tersebut dapat kembali ke tingkat sebelumnya pada Juli setelah Mahkamah Agung memutuskan pada Februari bahwa Presiden AS Donald Trump melampaui wewenangnya dalam memberlakukan bea masuk dunia nan luas berasas undang-undang darurat.

"Tarif tersebut dapat kembali ke tingkat sebelumnya pada awal Juli," kata Bessent, merujuk pada opsi nan sedang diupayakan oleh pemerintahan Trump seperti penyelidikan berasas Pasal 301 Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.

video story embed
Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan