Menkes Ungkap Efek Konsolidasi Pengadaan, Bisa Hemat Triliunan Rupiah

Sedang Trending 49 menit yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memaparkan efisiensi shopping kesehatan melalui konsolidasi pengadaan. Hal tersebut terbukti menurunkan nilai dan perluas untuk menekan biaya kesehatan nasional.

Demikian disampaikan BGS, sapaan Budi Gunadi Sadikin, dalam konvensi pers di Aula Cakti Buddhi Bakti, instansi pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, Jakarta Selatan, Jumat (14/8/2026).

"Ini adalah contoh nan sudah kita lakukan. Kita melakukan sentralisasi pembelian alat-alat kesehatan nan berasal dari pinjaman Bank Dunia nan cukup besar. Ya alat-alat seperti cathlab nan tadi harganya antara Rp14 miliar hingga Rp15 miliar, kita bisa beli dengan nilai Rp8 miliar," ujar BGS.

"Jadi untuk pengadaan 2026, ini contohnya tadi Bapak Presiden sampaikan, perjanjian ini sudah dilakukan. Jadi dari nilai perkiraan nan Rp19,39 triliun, lantaran kita sentralisasi pengadaannya, kita bisa menekan sampai Rp9 triliun. Jadi ada penghematan Rp10,25 triliun alias 52% dari nilai alat-alat kesehatan nan sebelumnya terjadi pembeliannya," lanjutnya.

Mantan Wakil Menteri BUMN itu mengatakan, Kemenkes juga sudah mulai melakukan konsolidasi pembelian obat dan BMHP untuk seluruh rumah sakit vertikal di bawah Kementerian Kesehatan.

"Setiap tahun kita membeli sekitar Rp5 triliun obat di Kementerian Kesehatan. Harganya berbeda-beda, untuk merek nan sama dari masing-masing rumah sakit, sekarang kita konsolidasi. Dari nilai konsolidasi kita bisa menghemat 32%, nan ini mendekati Rp1 triliun," kata BGS.

"Kita sekarang sedang bekerja dengan Ibu Kepala LKPP, kelak bisa update, kita mau lakukan replikasi ini ke 1.000 RSUD seluruh Indonesia. Sehingga pembeliannya kelak bakal disentralisasi, nan tadi Bapak Presiden lakukan, sehingga kita bisa menghemat ini saya rasa triliunan sampai puluhan triliun, lantaran belanjanya kelak kita samakan kodenya," lanjutnya.

Lebih lanjut, BGS bilang jika tahapan tersebut telah memasuki finalisasi.

"Mudah-mudahan Ibu Kepala LKPP kelak kita bisa meluncurkan segera ya program ini," ujar BGS.

(miq/miq) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News