Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah bakal merenovasi 10.000 puskesmas dan 514 Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) di seluruh kabupaten/kota.
Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu rekomendasi utama Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan pemerataan jasa kesehatan di Indonesia.
Budi mengatakan puskesmas di seluruh kecamatan bakal diperbaiki. Renovasi juga dilakukan terhadap puskesmas di kecamatan nan sudah terlalu padat. Sementara itu, kecamatan nan belum mempunyai puskesmas bakal dibangun akomodasi baru.
“Kita juga bakal melengkapi beberapa sarana-prasarana seperti listrik, internet, dan ambulans di puskesmas-puskesmas,” kata Budi dalam konvensi pers Nota Keuangan dan RAPBN 2027 di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta Selatan, Jumat (14/8).
Menurut Budi, seluruh program tersebut ditargetkan selesai pada 2029 sesuai dengan sasaran nan diberikan Presiden.
Pemerintah Perkuat Labkesmas
Selain puskesmas, pemerintah juga bakal membangun dan merenovasi 514 Labkesmas di seluruh kabupaten/kota.
Budi mengatakan penguatan Labkesmas krusial lantaran Indonesia mengalami keterbatasan akomodasi pemeriksaan saat pandemi COVID-19. Saat itu, Indonesia kesulitan melakukan tes pemeriksaan PCR lantaran keterbatasan alat.
“Karena kita tidak ada perangkat tes dan tidak tahu virusnya itu bagaimana, bakal ke siapa, dan susah sekali mendapatkan aksesnya untuk tracing dan lain-lain,” ujarnya.
Karena itu, pemerintah juga bakal memperkuat sistem surveilans kesehatan. Labkesmas nan belum tersedia bakal dibangun, sedangkan akomodasi nan sudah dimiliki bakal direnovasi.
“Sehingga dengan demikian, kita juga membantu memperkuat surveillance system,” jelas Budi.
Dengan program tersebut, 514 kabupaten/kota diharapkan mempunyai sistem surveilans kesehatan nan lebih memadai.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·