Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 25 Oktober 2026 |14:05 WIB

Menkes Budi ungkap 3 parameter indikasi akibat kabut asap karhutla. (Foto: dok Instagram/bgsadikin)
JAKARTA - Bencana kebakaran rimba dan lahan (karhutla) tetap terjadi saat ini. Hal itu memberikan akibat kabut asap pekat nan bisa memicu gangguan kesehatan masyarakat. Mengingat risikonya nan cukup tinggi, krusial bagi setiap orang untuk peka terhadap sinyal dan reaksi nan ditunjukkan oleh tubuh.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membagikan pedoman praktis berupa tiga parameter warna Hijau, Kuning, dan Merah untuk membantu masyarakat menentukan penanganan kesehatan nan tepat saat terpapar akibat kabut asap karhutla.
Melalui unggahan di akun IG pribadinya, Budi menekankan pentingnya respons sigap dan tepat berasas tingkat keparahan indikasi nan dirasakan.
"Kalau kalian sudah mulai batuk-batuk, kalian mesti tahu kapan tetap tetap di rumah, kapan sudah kudu datang ke Puskesmas alias IGD rumah sakit," ujar Budi, dikutip Minggu (25/10/2026).
Indikator pertama adalah hijau nan mengartikan bahwa Anda tetap bisa melakukan pemulihan secara berdikari di rumah. Fase ini bertindak saat paparan asap mulai memicu keluhan ringan, seperti tenggorokan gatal dan batuk-batuk kecil. Masyarakat diimbau untuk konsentrasi pada pemulihan berdikari tanpa perlu terburu-buru ke akomodasi kesehatan.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·