Menkes Budi Gunadi Soroti Harga Obat Indonesia 6 Kali Lipat Lebih Mahal dari Global

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Menkes Budi Gunadi Soroti Harga Obat Indonesia 6 Kali Lipat Lebih Mahal dari Global Menkes Budi Gunadi Sadikin heran nilai obat liver di Indonesia 2-6 kali lipat lebih mahal.(Dok. YouTube Kemenkes)

MENTERI Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyoroti ketimpangan harga obat di Indonesia nan jauh lebih mahal dibandingkan rata-rata global. Untuk jenis obat penyakit liver tertentu, harganya di pasar domestik tercatat mencapai 2 hingga 6 kali lipat lebih tinggi dari nilai dunia.

"Harga obat di Indonesia itu tetap catatan saya 2-6 kali nilai obat di dunia," ujar Budi dalam aktivitas Dialog Kesehatan Healthy Liver Awareness 2026 di Gedung Kemenkes, Jakarta, Rabu (2/6).

Budi memaparkan sejumlah info komparasi nilai nan cukup kontras. Obat tenofovir disoproxil fumarate (TDF) di Indonesia dibanderol seharga US$4,8, padahal nilai di Global Fund hanya US$2,4. Begitu pula dengan obat entecavir (ETV) nan mencapai US$18 di Indonesia, sementara standar dunia hanya US$7,5.

Perbedaan nilai nan paling mencolok ditemukan pada obat untuk penyakit Hepatitis C. Menkes mengungkapkan bahwa nilai daclatasvir (DAC) di Indonesia mencapai US$152, sedangkan nilai bumi hanya US$24.

"Kita 6,4 kali lipat. Ada SOF (sofosbuvir) dan VEL (velpatasvir) buat Hepatitis C juga di kita US$1.100, di bumi US$174. Ini juga 6 kali lipat," ungkap Budi.

Kondisi ini memicu keheranan Menkes mengenai penyebab utama tingginya margin nilai obat-obatan esensial tersebut di tanah air. "Saya nggak ngerti kenapa nilai obat kita tetap 2 kali lipat sampai 6 kali lipat lebih mahal dari nilai obat nan ada di dunia," sambungnya.

Menyikapi temuan tersebut, Menkes menegaskan komitmen pemerintah untuk segera membereskan persoalan nilai obat agar lebih terjangkau bagi masyarakat luas. Langkah strategis nan bakal diambil adalah melakukan negosiasi ulang dengan para penyedia obat.

"Kita kudu negosiasi agar nilai obatnya ini bisa turun. Sehingga orang-orang nan kudu minum pengobatan, lantaran treatment, itu bisa jauh lebih murah," pungkasnya. (Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia