Menimipas Ingatkan Pemasyarakatan Jajaran: 1 Menyimpang, Semua Terdampak!

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta -

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Menimipas) Agus Andrianto mengingatkan jejeran pemasyarakatan soal akibat dari penyimpangan nan dilakukan oknum terhadap institusi. Satu orang menyimpang, semua terkena getahnya.

"Ingat ya bahwa rekan-rekan, satu orang nan melakukan, nan lain kena. Kasihan itu nan sudah berupaya baik," kata Menteri Agus, seperti dilihat detikcom pada video nan diunggah di akun Instagramnya, Kamis (15/10/2026).

Menteri Agus nampak gregetan dengan ulah oknum pegawai. "Makanya tadi kasarnya tuh jika perlu 'pukul' saja nan nggak mau berubah itu," sambung dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menegaskan pertimbangan keahlian telah digelar berkali-kali. Dan berulang kali pula dia menyampaikan para pegawai pemasyarakatan kudu mempunyai rasa mempunyai lembaga ini, sehingga punya kesadaran menjaga.

"Untuk kesekian kali kita lakukan pertimbangan dan analisa terhadap beberapa kejadian nan tetap terjadi di jejeran pemasyarakatan," tutur Agus.

"Berkali-kali saya sampaikan saya, Pak Irjen, Pak Dirjen ini numpang lewat. nan punya lembaga ini rekan-rekan," sambung dia kepada para pegawai pemasyarakatan.

Dia berambisi antarpegawai pemasyarakatan mempunyai kekompakan dan soliditas, sehingga saling menghargai sesama pegawai nan serius berbenah.

"Tolonglah rekan-rekan. Kasihan sama teman-teman nan sudah berupaya bekerja baik. Saya percaya banyak di antara rekan-rekan nan sudah berupaya melakukan baik. Sudah berupaya memberikan pembinaan dan pembimbingan pada penduduk bimbingan maupun tahanan," ungkap Menteri Agus.

Dia lampau menegaskan soal kebijakan desentralisasi bahan makanan, di mana kewenangan tersebut telah diberikan kepada wilayah sejak awal dirinya menjabat. Pun urusan pengelolaan wartel, kantim basah serta koperasi.

"Semua sudah kita kasih kewenangan ke bawah. Contohnya bama (bahan makanan untuk penunggu rutan dan lapas), saya minta untuk kerja sama dengan pengusaha lokal. Kalau praktiknya nggak, ya jangan salahkan saya," jelas dia.

"Kantin dan koperasi nan terima SHU-nya pegawai. Demikian juga kantin basah, wartel. Sebenarnya peluang-peluang untuk rekan-rekan meningkatkan kesejahteraan. Ini bisa dilakukan," lanjut dia.

Dia berambisi pengelolaan bama hingga koperasi nan ahli dan terbuka dapat meningkatkan kesejahteraan pegawai lapas dan rutan. Terakhir, Menteri Agus membujuk Direktorat Pemasyarakatan (Ditjenpas) dan jejeran untuk menjadikan kasus-kasus penyimpangan oknum nan menjadi sorotan publik, sebagai momen berbenah.

"Harapan saya rekan-rekan makin bisa sejahtera tanpa melakukan hal-hal penyimpangan-penyimpangan nan pada akhirnya bisa merugikan diri rekan-rekan sendiri," ucap Menteri Agus.

"Saya hanya sayang dengan lembaga pemasyarakatan nan sudah berupaya untuk berbenah tapi tetap dicoreng oleh kelakuan-kelakuan sebagian pegawai, nan akhirnya dampaknya kepada kita semua. Kejadian-kejadian nan terjadi belakangan ini menjadi momentum buat kita untuk melakukan perbaikan dan pembenahan tata kelola," pungkas dia.

(aud/eva)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑