Menhut Tinjau Penanganan Kebakaran Bromo, Maksimalkan Penggunaan Water Bombing

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni meninjau penanganan kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Bromo. Dia mengatakan helikopter water bombing bakal digunakan secara maksimal hingga api padam.

Raja Juli didampingi semua pejabat dari TNBTS, TNI, Polri, dan kepala wilayah nan terdampak saat melakukan tinjauan Minggu (9/8). Dia turut memantau proses pemadaman dari darat dan udara.

Sejumlah titik nan tetap mengalami kebakaran di antaranya berada di area Tebing P-30, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, serta sekitar Gunung Dingklik, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Pemadaman dari udara, kata Raja Juli, menjadi salah satu strategi krusial untuk menjangkau titik-titik api nan susah diakses petugas dari darat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau per hari ini, mereka sampai jam 17.00 WIB. Karena udara baik ini kan. Kalau kemarin sampai jam 13.30, sudah ada angin kencang, kembali kabut. Mulai hari ini cerah," ujar Raja Juli dilansir detikJatim, Senin (10/8/2026).

Operasi water bombing kali ini dilakukan lebih maksimal lantaran cuaca mendukung. Dalam kondisi ideal, satu helikopter dapat melakukan hingga 30 kali penyiraman dalam sehari.

"Kalau belum padam, mungkin kudu sampai padam," katanya.

Berdasarkan info sementara nan telah diverifikasi, luas area Bromo nan terbakar mencapai sekitar 520 hektare. Dari luasan tersebut, sekitar 300 hektare terbakar pada malam sebelumnya.

Selama proses pemadaman berlangsung, empat akses masuk menuju area Bromo dari wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo ditutup total. Penutupan dilakukan hingga pemisah waktu nan belum ditentukan.


Baca selengkapnya di sini.

(dek/dek)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News