Menhub Wanti-Wanti Penyeberangan Merak-Bakauheni Imbas Erupsi GAK

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Serang, CNN Indonesia --

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengimbau operator penyeberangan Merak-Bakauheni mengutamakan keselamatan andaikan kondisi cuaca memburuk dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAK) mengganggu jarak pandang maupun kesehatan penumpang dan awak kapal.

Dudy mengatakan hingga saat ini aktivitas penyeberangan di Pelabuhan Merak-Bakauheni tetap melangkah normal. Belum ada laporan mengenai gelombang tinggi maupun kondisi cuaca jelek di Selat Sunda nan mengharuskan operasional penyeberangan dihentikan.

"Apabila ujung-ujungnya rupanya sebaran debu ini sangat berpengaruh kepada kesehatan para penumpang maupun awak, agar tidak dipaksakan melaksanakan operasi penyeberangannya," ujar Dudy Purwagandhi di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Minggu (6/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, sebaran abu vulkanik maupun asap dari aktivitas Gunung Anak Krakatau berpotensi memengaruhi jarak pandang. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian operator pelabuhan, nakhoda, hingga pemilik jasa pelayaran dalam menentukan keselamatan operasional.

"Terhadap gelombang, sampai sejauh ini belum ada laporan nan mengatakan bahwa kita kudu menghentikan operasionalnya," terangnya.

Dudy menegaskan kondisi cuaca kudu terus dipantau. Jika situasi di lapangan dinilai berisiko bagi keselamatan, pelayaran tidak boleh dipaksakan hanya demi menjaga operasional tetap berjalan.

Sementara itu, masyarakat nan hendak menggunakan jasa penyeberangan Merak-Bakauheni maupun awak kapal diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik.

Penumpang dan ABK diminta menggunakan masker serta mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah untuk meminimalkan akibat menghirup udara nan mengandung abu vulkanik.

"Merak tetap beroperasi, namun demikian saya minta untuk berhati-hati,khususnya sebaran dari abu itu berakibat kepada para penumpang maupun awak kapal," jelasnya.

(ynd/isn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional