Menhub Beberkan Detik-Detik KA Argo Bromo Tabrak KRL di Bekasi Timur

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi sementara kecelakaan kereta api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line relasi Kampung Bandan-Cikarang di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April lalu.

Dudy mengatakan kejadian kecelakaan inu terjadi pada pukul 20:52 WIB, nan mengakibatkan 16 orang meninggal bumi dan 108 orang luka-luka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat. Adapun korban meninggal merupakan penumpang wanita KRL Commuter Line.

"Pada 27 April 2026 pukul 20.52 WIB, terjadi kejadian kecelakaan kereta api di emplasement stasiun Bekasi Timur nan melibatkan KRL Commuter Line Jakarta-Cimarang dan KA Argo-Bromo Anggrek. Kejadian ini mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban nan meninggal dunia, 5 korban nan tetap dirawat, dan 103 korban nan sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Dudy dalam paparannya pada rapat dengar pendapat (RDP) berbareng Komisi V DPR RI, Kamis (21/5/2026)

Dudy pun menjelaskan melalui video ilustrasi, di mana KRL Commuter Line dengan nomor KA 5568A nan merupakan KRL ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, awalnya tiba di Stasiun Bekasi pada pukul 20:34 WIB. Sebelum berangkat, KRL Commuter Line tersebut disusul terlebih dulu oleh KA Sawunggalih dengan nomor KA 116B, dengan tiba di Stasiun Bekasi pukul 20:35 WIB, telat sekitar lima menit dari agenda normalnya.

Kemudian KA Sawunggalih berangkat Stasiun Bekasi tepat waktu pukul 20:37 WIB dan melintas Stasiun Bekasi Timur pukul 20:39 WIB. Selanjutnya, KA 5568A diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20:45 WIB, setelah disusul normal oleh KA Sawunggalih, terlambat 8 menit dari agenda normal.

Petugas campuran mengevakuasi puing-puing di letak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)Foto: Petugas campuran mengevakuasi puing-puing di letak kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Selasa, (28/4/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Namun selang beberapa menit setelah KA Sawunggalih melintas Stasiun Bekasi Timur, sekitar pukul 20:48 WIB, sebuah taksi Green SM menemper KRL Commuter Line Cikarang-Kampung Bandan dengan nomor KA 5181B di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Saat terjadinya temperan tersebut, banyak penduduk mulai bergerombol untuk memandang KRL nan tertemper taksi.

KA 5568A tiba di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:49 WIB, terlambat 9 menit dari agenda normal. KRL tersebut sempat berangkat, namun kembali berakhir lantaran adanya kerumunan penduduk di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur.

Berikutnya, KA Argo Bromo Anggrek dengan nomor KA 4B melintas Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:51 WIB, 3 menit lebih awal dari agenda normal, dengan kecepatan mencapai 108 km/jam.

Namun nahas, saat Argo Bromo Anggrek bakal melintas di Stasiun Bekasi Timur pada pukul 20:52 WIB, tetap terdapat KA 5568A di Stasiun Bekasi Timur. Alhasil tabrakan pun terjadi.

Meski Menhub sudah membeberkan kronologi sementara tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, tetapi pihaknya tetap menunggi hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Kementerian Perhubungan tetap menghormati proses investigasi nan saat ini tetap belum selesai, nan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi alias KNKT, dan mendukung pelaksanannya secara independen, profesional, setelah transparan," terangnya.

(chd/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News