Fahmi Firdaus
, Jurnalis-Rabu, 16 September 2026 |01:00 WIB

Pangkostrad Letjen TNI Mohammad Fadjar/Kostrad
JAKARTA – Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) memiliki pasukan elite Peleton Intai Tempur (Tontaipur). Pasukan khusus ini diprakarsai Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu saat menjabat Pangkostrad.
Prajurit Taipur mempunyai spesialisasi dalam bagian sabotase ataupun intelijen serta operasi tempur dengan misi khusus.
Salah satu skill prajurit Taipur yang menjadi karakter unik adalah penggunaan senjata tradisional masyarakat Dayak yakni, sumpit dengan jarum mematikan nan racunnya didapat dari getah pepohonan unik maupun dari bisa ular.
Teknik ini tetap masuk dalam kurikulum training Taipur hingga kini. Kegunaan sumpit sangat menunjang dalam operasi senyap jarak dekat. Jarum nan dikeluarkan dari sumpit bisa menembus sasaran dalam jarak 20-50 meter. Meski jarang digunakan, teknik sumpit tetap dijadikan senjata unik untuk Kompi Taipur.
Panjang sumpit Kompi Taipur bisa mencapai 1,9 -2,1 meter dan mempunyai tiga bagian utama ialah sumpit nan berbentuk pipa, anak sumpit dan mata tombak di ujung depan. Sedangkan panjang jarum mencapai 15 centimeter alias setelapak tangan orang dewasa.
Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Mohammad Fadjar, mengatakan, latihan pembentukan Taipur merupakan salah satu tahapan krusial dalam menyiapkan prajurit terpilih Kostrad nan mempunyai keahlian khusus, ketangguhan bentuk dan mental, serta kesiapan tinggi dalam menghadapi beragam tantangan tugas dan dinamika lingkungan strategis.
“Melalui proses seleksi dan latihan nan intensif, para prajurit Taipur dibentuk untuk menguasai tujuh komponen keahlian utama,” ujar Fadjar saat menutup Latihan Pembentukan Taipur XII Kostrad di Menlatpur Kostrad, Jatiluhur, Jawa Barat, dikutip Selasa (15/9/2026).
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·