Jakarta -
Industri perminyakan dan daya nasional kehilangan salah satu tokoh. Burhanuddin 'Bur' Maras, pendiri PT Lekom Maras sekaligus sosok krusial di kembali grup upaya daya dan properti PT Ratu Prabu Energi Tbk telah mengembuskan napas terakhirnya di Jakarta pada 18 Juli 2026 dalam usia 90 tahun.
"Perjalanan hidupnya mencatatkan rekam jejak nan panjang, membentang dari sektor migas di Amerika Serikat, pengelolaan daya nasional, hingga kiprahnya di panggung politik dan bumi upaya properti Tanah Air," tulis PT Lekom Maras dalam keterangan resmi, Senin (3/8/2026).
Lahir sebagai anak seorang polisi pada 14 Juli 1936 di Sumatera Selatan, Bur Maras tumbuh dengan tekad nan kuat untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya. Bur Maras menyelesaikan pendidikan menengah di Methodist English School, Medan. Berkat dorongan dan support dari para pengajarnya, dia sukses mendapatkan danasiwa untuk melanjutkan studi ke Amerika Serikat. Pada tahun 1959, Bur Maras memulai perjalanannya menyeberangi Samudra Pasifik selama dua bulan menggunakan kapal kargo demi menuntut pengetahuan di Negeri Paman Sam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komitmennya pada bagian keteknikan membuahkan hasil manis saat dia sukses meraih gelar Bachelor of Science di bagian Teknik Perminyakan dari New Mexico Institute of Mining and Technology pada tahun 1965.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Bur Maras mendedikasikan tahun-tahun awalnya untuk membangun pengalaman ahli di industri perminyakan Amerika Serikat. Bur Maras tercatat pernah bekerja di sejumlah perusahaan ternama seperti Cardinal Petroleum di Montana, Standard Oil Company di New York, Bechtel di San Francisco, serta Williams Brothers Engineering Company di Tulsa, Oklahoma.
Di Williams Brothers, Bur Maras mengasah skill khususnya sebagai insinyur perancang jaringan pipa migas. Kota Tulsa juga menjadi tempat berhistoris dalam kehidupan pribadinya di mana berjumpa dengan wanita nan kelak menjadi pendamping hidupnya, Pam R. Quinn.
Pada awal dasawarsa 1970-an, Bur Maras memutuskan untuk kembali ke Indonesia untuk memberikan kontribusi bagi Tanah Air. Bur Maras memulai kiprahnya di dalam negeri sebagai konsultan untuk perusahaan minyak negara, Pertamina. Ketika dia ditawarkan posisi permanen di Pertamina, dia memilih untuk mempertahankan independensinya sebagai profesional.
"Langkah ini menjadi fondasi krusial nan bermuara pada pendirian perusahaan jasa minyak dan gas, PT Lekom Maras, pada tahun 1975," tulis PT Lekom Maras.
Di bawah kepemimpinannya, PT Lekom Maras tumbuh pesat dari penyedia jasa teknis migas menjadi golongan upaya terintegrasi nan meluas ke bagian penyewaan peralatan pengeboran, konstruksi, perhotelan, hingga pengembangan properti.
Salah satu pencapaian strategis golongan upaya ini adalah melalui unit upaya nan terdaftar di bursa, PT Ratu Prabu Energi Tbk mendirikan dan mengembangkan kompleks perkantoran Ratu Prabu di area upaya TB Simatupang, Jakarta Selatan, serta merencanakan beragam proyek pengembangan properti komersial lainnya.
Tidak hanya di bumi bisnis, pada periode 2004-2009, Bur Maras juga mengemban tugas sebagai personil Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Partai Demokrat. Bertugas di komisi nan membidangi minyak dan gas bumi, pertambangan, serta lingkungan hidup, dikenal sebagai legislator nan aktif dan kritis.
Selama masa jabatannya, Bur Maras melakukan pembenahan sistem penggantian biaya operasi (cost recovery) bagi kontraktor migas, mengawal peningkatan investasi prasarana energi, merancang reformasi pendidikan, serta mendukung penguatan tata kelola pemerintahan nan bersih.
"Hingga masa-masa akhir hidupnya, Bur Maras tidak pernah berakhir menyumbangkan pemikiran bagi kemajuan industri. Di usia senjanya, dia tetap aktif menggagas beragam rencana proyek prasarana berskala besar, termasuk studi pengembangan jaringan kereta ringan (LRT) swasta di Jakarta serta terminal penyimpanan LPG di Jawa Timur. Ia juga senantiasa memegang kepercayaan teguh bahwa potensi persediaan minyak dan gas Indonesia tetap sangat besar dan memerlukan aktivitas eksplorasi nan berkelanjutan," tulis PT Lekom Maras.
Di luar aktivitas upaya dan politik, Bur Maras dikenal oleh family dan para sahabat sebagai pribadi nan hangat serta doyan berolahraga. Ia rutin menjaga kebugarannya dengan bermain golf di Pondok Indah Golf Course maupun bermain tenis di waktu senggangnya.
Bur Maras meninggalkan istri tercintanya, Pam R. Quinn, serta tiga orang anak, Derek P. Maras, Gregory Q. Maras, dan Melanie A. Maras. Estafet kepemimpinan upaya sekarang dilanjutkan oleh sang putra, Gregory Q. Maras, nan memegang amanah sebagai Presiden Komisaris PT Ratu Prabu Energi Tbk sekaligus Direktur PT Lekom Maras.
"Burhanuddin 'Bur' Maras merupakan teladan tentang integritas, kerja keras, dan visi nan tajam. Dedikasi nan telah diberikan mulai dari ladang minyak internasional, pengembangan industri migas nasional, hingga ruang-ruang kebijakan publik menjadi warisan berbobot nan bakal terus menginspirasi generasi penerus di Indonesia," tutup PT Lekom Maras.
(prf/ega)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·