Jakarta -
Amerika Serikat (AS) untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa terakhir membeli yen Jepang nan turun ke titik terendah sejak 40 tahun terakhir terhadap mata duit Paman Sam. Intervensi bilateral ini disebut sebagai sinyal persahabatan AS dan Jepang.
Presiden AS Donald Trump mengatakan, intervensi ini dilakukan atas permintaan pemerintah Jepang. Langkah ini dianggap sebagai support AS untuk menopang yen kembali menguat.
"Yen mereka melemah, dan mereka menginginkan sedikit bantuan, dan kami selalu ada untuk Jepang," kata Trump di atas pesawat Air Force One, dikutip dari CNN, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembelian yen ini dilakukan Trump pada Jumat (31/7) untuk membalikkan pelemahan yen nan terus berlanjut. Posisi yen terus tertekan menyusul pengaruh domino perang AS-Iran nan mengerek biaya energi.
Kepentingan AS
Meski begitu, AS mempunyai kepentingan untuk memperkuat yen lantaran dolar AS nan lebih kuat berakibat pada kenaikan nilai produk ekspor AS bagi konsumen asing. Sementara melemahnya yen menguntungkan eksportir Jepang dan visitor asing nan pergi ke Jepang, kendati perihal tersebut juga meningkatkan biaya impor minyak dan gas nan memicu kenaikan nomor inflasi.
Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama mengatakan intervensi bilateral AS terhadap yen berfaedah untuk menekan volatilitas nan berlebihan dan pergerakan nan tidak teratur pada mata duit Jepang dalam beberapa bulan terakhir. Namun, tindakan beli yen ini dilakukan setelah Bank Sentral AS Federal Reserve (The Fed) menjual euro untuk yen. Kemudian Trump mengaku bakal akan mendukung yen lantaran dianggap baik untuk ekonomi dunia.
Trump juga menyebut, AS bakal mendapat untung finansial dari langkah tersebut tanpa menjelaskan gimana caranya. Sementara itu, Menteri Keuangan Scott Bessent, menegaskan tidak bakal ragu untuk berperan-serta dalam intervensi berbareng lebih lanjut.
"Kami sangat mendukung langkah-langkah pasar dan moneter Jepang nan tegas untuk mengoreksi undervaluation nan signifikan terhadap yen," katanya.
AS Beli Yen
Dalam sebuah foto Reuters dari rapat kabinet Trump di Camp David, Jumat lalu, menunjukkan kitab catatan Bessent nan memuat langkah pembelian yen senilai US$ 5 miliar hingga US$ 10 miliar.
Meski begitu, para analis mengaku kurang optimistis dengan intervensi terbaru ini AS atas yen Jepang. Para analis juga meragukan intervensi tersebut dapat mengubah arah pelemahan yen secara fundamental.
Kepala strategi kurs asing dan suku kembang Jepang Bank of America Securities, Shusuke Yamada, mengatakan intervensi kurs asing hanya mengulur waktu pelemahan yen. Sementara berasas riset bank Inggris Barclays menilai akibat dari langkah ini diperkirakan lebih besar, mengingat sifat campuran historis dari intervensi tersebut.
"Meskipun JPY menguat lebih lanjut dalam jangka pendek, kami tetap percaya bahwa tekanan penurunan jangka panjang tetap tetap ada," demikian pernyataan tersebut.
(ahi/ara)
56 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·