Jakarta -
Pemerintah Singapura bakal meningkatkan penghasilan pembimbing dan tenaga pendidik lainnya sebesar 2-9% mulai 1 Oktober 2026. Kebijakan ini dimaksudkan untuk memastikan paket penghasilan nan diterima para tenaga pendidik tetap kompetitif sekaligus menjaga daya tarik pekerjaan guru.
Kementerian Pendidikan (Ministry of Education/MOE) Singapura menjelaskan kenaikan penghasilan bakal diberikan kepada sekitar 33.000 petugas pendidikan, 1.700 pendidik pendukung, dan 1.100 pendidik TK Kementerian Pendidikan.
"Penyesuaian penghasilan untuk setiap tingkatan kedudukan ditentukan berasas besarnya selisih penghasilan dengan patokan pasar nan sesuai pada setiap tingkatan," kata ahli bicara MOE seperti dikutip dari CNA, Selasa (4/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
MOE menjelaskan besaran penghasilan untuk guru, petugas pendidik pendukung, dan pendidik TK nan berada di bawah Kementerian terakhir kali ditinjau pada tahun 2022. Sehingga terdapat selisih nan cukup besar antara penghasilan nan diberikan dengan patokan penghasilan di pasar tenaga kerja.
"Secara umum, penyesuaian nan lebih besar dilakukan ketika selisih (gaji nan diterima) dengan patokan pasar melebar," jelas ahli bicara MOE lagi.
Di luar itu, MOE memastikan selain penyesuaian penghasilan secara berkala, pembimbing dan tenaga pendidik lain nan memenuhi syarat bakal terus menerima kenaikan penghasilan tahunan berasas prestasi kerja mereka.
Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat membantu Singapura dalam menarik calon tenaga pendidik dan mempertahankan pembimbing berbobot nan selama ini telah bekerja dalam sistem pendidikan mereka.
"Guru adalah inti dari sistem pendidikan kita," terang MOE
"Selain penyesuaian gaji, MOE bakal terus memberikan kesempatan bagi para petugas kami untuk belajar dan berkembang sepanjang pekerjaan mereka," kata Kementerian itu lagi.
Menanggapi perihal ini, Serikat Guru Singapura (STU) menyambut baik langkah tersebut. Sebab para pembimbing di Negeri Singa itu telah lama meminta peninjauan besaran penghasilan nan bisa mereka dapatkan.
"STU telah lama menyerukan peninjauan komprehensif terhadap penghasilan guru, dan kami senang memandang langkah maju nan telah lama ditunggu-tunggu ini," tulis pernyataan STU dalam sebuah unggahan di Facebook.
"Meskipun penyesuaian 2% hingga 9% merupakan pengakuan nan diperlukan atas kesenjangan dengan tolok ukur pasar, revisi penghasilan saja tidak cukup," kata STU lagi.
(igo/fdl)
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·