Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 26 Juli 2026 |18:04 WIB

Penurunan massa dan kekuatan otot alias sarkopenia tidak hanya dialami oleh lansia (Foto: Freepik)
JAKARTA - Penurunan massa dan kekuatan otot alias sarkopenia tidak hanya dialami oleh lansia. Menurut master sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan, proses penyusutan otot sebenarnya sudah mulai terjadi sejak usia 20-an sehingga krusial untuk menjaga kekuatan otot melalui latihan beban secara rutin sejak usia muda.
Dalam unggahan video di akun IG pribadinya, dr. Cecep menjelaskan bahwa penurunan massa otot berjalan sangat perlahan sehingga sering kali tidak disadari pada usia produktif.
Berdasarkan studi pencitraan magnetic resonance imaging (MRI) pada subjek berumur 18 hingga 88 tahun, proporsi otot tubuh mulai menurun secara berjenjang sejak usia muda. Kondisi tersebut umumnya baru menimbulkan keluhan berupa nyeri alias keterbatasan mobilitas ketika penurunan massa otot sudah cukup berat. Meski demikian, dia menegaskan bahwa kekuatan dan kegunaan otot tetap dapat ditingkatkan kembali melalui latihan, apalagi pada usia lanjut.
"Ada penelitian nan melatih penunggu panti jompo dengan usia rata-rata 90 tahun. Dalam delapan minggu, kekuatan angkat mereka meningkat dari delapan kilogram menjadi 20 kilogram. Hasilnya, dua orang berakhir menggunakan tongkat," kata dr. Cecep.
Latihan Angkat Beban
Ia menjelaskan, program latihan beban nan dilakukan tiga kali dalam seminggu selama delapan minggu bisa meningkatkan kekuatan otot para lansia hingga rata-rata 174 persen. Menariknya, intervensi tersebut juga tidak memperburuk kondisi peserta nan mempunyai riwayat osteoartritis.
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·