Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan tiga masalah utama nan saat ini dihadapi BGN. Ketiga masalah tersebut ialah tindakan koruptif, perbaikan tata kelola, dan transparansi ke publik.
"Kalau boleh kami sampaikan di sini, persoalan utama, persoalan utama nan paling utama nan kami hadapi di BGN ini, bukan mengesampingkan persoalan lain, tapi kami konsentrasi pada tiga perihal nan utama," ujar Sudaryono dalam konvensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Senin (27/7).
"Yang pertama adalah adanya perilaku alias tindakan koruptif nan ada di BGN ini, nan sebagaimana Anda semua juga tahu bahwa sudah ditangani oleh Kejaksaan," lanjut Sudaryono.
Masalah kedua berangkaian dengan perbaikan tata kelola penyelenggaraan program tersebut. Sudaryono mengatakan perlunya tata kelola nan baik dalam penyelenggaraan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Yang kedua nan menjadi tantangan kami selanjutnya adalah gimana kita memastikan bahwa tata kelola nan baik dalam penyelenggaraan makan bergizi gratis, sekali lagi ini namanya makan bergizi gratis, bukan makan lezat gratis, bukan makan banyak gratis, ya, ini makan bergizi gratis, mencukupan gizinyalah nan menjadi tolak ukurnya," jelasnya.
Sementara itu, persoalan ketiga nan kudu segera diselesaikan adalah sistem keterbukaan, transparansi, komunikasi, dan juga pelibatan banyak pihak, seperti pelibatan lembaga lain, hingga pelibatan masyarakat dalam mengawasi jalannya program BGN.
"Dan nan ketiga nan kami coba untuk kami solve adalah gimana dari sisi keterbukaan, transparansi, komunikasi, pelibatan banyak pihak, pelibatan lembaga lain, kementerian lain, lembaga lain, keterlibatan pemerintah daerah, keterlibatan dinas-dinas itu kemudian dan keterlibatan publik dalam mengawasi apakah itu menu, apakah itu penyaluran, apakah itu dapur, kebersihan, dan lain-lain maka kami berupaya untuk memperbaiki ketiga perihal ini," kata Sudaryono.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·