Kronologi Sutrimo Diduga Karumga Febrie Ditemukan Tergeletak, lalu Meninggal

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto memberikan keterangan pers mengenai perkembangan penanganan tiga kasus dugaan korupsi di Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (10/7/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Polda Metro Jaya tetap menyelidiki kematian seorang laki-laki berjulukan Sutrimo. Ia ditemukan tidak sadarkan diri di laman Mordent Aesthetic Clinic di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7).

Korban kemudian dievakuasi ke RS Muhammadiyah Taman Puring, Jakarta Selatan. Namun, saat tiba di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.

Belum diketahui perincian identitas Sutrimo. Informasi nan beredar, Sutrimo adalah penjaga rumah alias malah kepala rumah tangga eks Jampidsus Febrie Ardiansyah.

Dikonfirmasi tentang info tersebut, Budi menjawab, "Sedang didalami."

Terpisah, pengacara Febrie Adriansyah, Febri Diansyah, mengaku belum mengetahui info mengenai identitas Sutrimo nan disebut sebagai Karumga eks Jampidsus tersebut.

Sejumlah peralatan bukti dikumpulkan untuk mengungkap penyebab kematian korban. Saksi-saksi juga dimintai keterangan untuk mengungkap kasus tersebut.

Berikut kronologi kematian Sutrimo nan telah diketahui:

Kamis, 23 Juli

Garis polisi terpasang letak peristiwa kematian Sutrimo di Klinik Mordent, Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, Minggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Sutrimo ditemukan tidak bernyawa di laman klinik kecantikan Mordent Aesthetic Clinic di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Ia lampau dibawa ke RS Muhammadiyah Taman Puring, namun saat sampai di sana dinyatakan sudah meninggal dunia.

Minggu, 26 Juli

  • 16.50 WIB

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengkonfirmasi adanya kasus tersebut. Ia menyampaikan turut bersungkawa atas meninggalnya korban.

“Polda Metro Jaya menyampaikan turut bersungkawa cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta family nan ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto, Minggu (26/7).

Polisi juga menyelidiki kasus tersebut. Saksi dan bukti dikumpulkan.

“Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan nan bertindak untuk memperoleh kebenaran secara utuh. Karena prosesnya tetap berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum,” ujar Budi.

Polisi lakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Esthetic Clinic Kramat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta, MInggu (26/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
  • 21.16 WIB

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah mengatakan, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) usai menerima laporan mengenai peristiwa tersebut. Setelah itu, interogator bergerak mencari info dari lingkungan sekitar.

“Kita olah TKP tadi. Begitu dapet informasi, lenyap cek TKP, terus kita mencoba mencari info di sekitaran TKP, saksi, dan CCTV,” kata Iskandarsyah, Minggu (26/7).

Ia menyebut proses penyelidikan tetap berlangsung. Saat ini, polisi tetap mengumpulkan keterangan para saksi serta menelusuri rekaman kamera pengawas nan berada di sekitar lokasi.

“Kita tetap ngumpulin saksi-saksi tetap mencari CCTV,” ujarnya.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Bareskrim Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Mordent Clinic, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Senin, 27 Juli

  • 13.20 WIB

Sejumlah personel Puslabfor Bareskrim Polri berbareng interogator Polres Metro Jakarta Selatan mendatangi klinik tempat korban ditemukan. Mereka memasuki area klinik nan sebelumnya tetap dipasangi garis polisi.

Sebelum memasuki gedung klinik, para interogator terlihat memeriksa sejumlah peralatan nan berada di dalam kantong plastik transparan. Dari pantauan kumparan, salah satu peralatan nan diperiksa merupakan bantal berwarna hijau.

Setelah pemeriksaan awal terhadap barang-barang tersebut, tim kemudian masuk ke area klinik untuk melanjutkan proses olah TKP.

Garis polisi nan terpasang di Mordent Esthetic Clinic, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (27/7/2026). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan

Mordent Aesthetic Clinic, tempat Sutrimo ditemukan tidak sadarkan diri, bertempat tinggal di Jalan Kramat Pela No 208, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Klinik kecantikan tersebut tidak jauh dari rumah pribadi eks Jampidsus Febrie Adriansyah.

Rumah pribadi Febrie berada di Jalan Radio I, Kamat Pela, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Berdasarkan aplikasi Google Maps jarak rumah tersebut dengan klinik hanya sekitar 400 meter.

Adapun gedung klinik tersebut tampak tidak terawat. Halaman klinik dipenuhi tanaman nan kurang terurus. Selain itu, plafon di bagian teras depan terlihat sudah jebol, sementara cat gedung tampak kusam.

Seorang sekuriti nan bekerja di dekat klinik tersebut, Dedi, mengatakan klinik itu memang sudah lama tidak beroperasi. Terakhir beraksi sebelum COVID-19.

"Lama banget, (mulai tutup) dari Corona aja," ujarnya.

Maka itu dia terkejut mendapat berita ada nan meninggal di klinik tersebut.

"Gak pernah sih saya lihat (ada orang di klinik). Makanya saya kaget ada orang meninggal di situ katanya. Kok tahunya ada nan ngisiin gitu," tuturnya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan