Mengenal Leapmotor, Merek Otomotif China yang Bakal Masuk Indonesia

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Mengunjungi markas Leapmotor di Hangzhou, China. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Di tengah percepatan transisi menuju elektrifikasi, pasar otomotif Indonesia bakal kehadiran pemain baru nan menarik untuk diperhatikan. Namanya Leapmotor, pabrikan mobil listrik asal China nan dalam beberapa tahun terakhir berkembang cukup sigap di segmen kendaraan daya baru.

Leapmotor berdiri pada 2015 di Hangzhou, China. Sejak awal, pendekatan perusahaan ini tidak sepenuhnya mengikuti pola tradisional industri otomotif. Mereka lebih dekat ke perusahaan teknologi nan membangun kendaraan, dengan konsentrasi besar pada pengembangan internal alias in house development.

Banyak komponen utama seperti sistem penggerak listrik, kontrol elektronik, hingga software kendaraan dikembangkan langsung oleh mereka.

Salah satu karakter nan cukup menonjol dari Leapmotor adalah tingkat integrasi vertikal nan tinggi. Perusahaan ini tidak hanya merakit mobil, tetapi juga mengembangkan beragam komponen inti secara mandiri. Pendekatan ini membikin mereka lebih elastis dalam mengontrol biaya sekaligus mempercepat pengembangan produk.

Suasana diler penjualan mobil-mobil listrik Hanoi Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Platform dan jantung mekanis nan dirancang memungkinkan pabrikan bisa mengembangkan produk-produk lintas segmen dan kelas. Maka dari itu beragam macam SUV sukses dilahirkan oleh Leapmotor.

Dalam beberapa tahun terakhir, Leapmotor mulai membangun portofolio produk nan lebih lengkap. Dari city car listrik hingga SUV, mereka masuk ke beragam segmen pasar. Strateginya jelas, ialah menyasar pasar massal dengan pendekatan teknologi nan tetap kompetitif.

Model seperti T03 dan C11 menjadi fondasi awal pertumbuhan mereka di China. Setelah itu, Leapmotor mulai masuk ke segmen nan lebih dunia dengan model seperti C10 dan B10 nan dirancang untuk pasar nan lebih luas, bukan hanya domestik.

Dari sisi teknologi, Leapmotor mengandalkan arsitektur elektronik terintegrasi dan pengembangan baterai nan mereka lakukan sendiri. Salah satu konsentrasi utama mereka adalah efisiensi sistem kendaraan listrik secara keseluruhan, termasuk integrasi baterai ke struktur kendaraan dan pengembangan platform modular nan bisa digunakan di beberapa model.

Suasana diler penjualan mobil-mobil listrik Hanoi Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Langkah krusial dalam perjalanan Leapmotor terjadi pada 2023 ketika mereka menjalin kemitraan strategis dengan Stellantis. Dalam kerja sama ini, Stellantis mengambil porsi kepemilikan dan membentuk entitas dunia berjulukan Leapmotor International untuk mendukung ekspansi ke luar China.

Melalui kerjasama ini, Leapmotor mendapatkan akses ke jaringan pengedaran global, sementara Stellantis memanfaatkan teknologi dan efisiensi produksi Leapmotor untuk memperkuat portofolio elektrifikasi mereka. Model upaya ini membikin Leapmotor tidak lagi hanya berfokus pada pasar domestik, tetapi mulai masuk ke beragam wilayah termasuk Eropa dan Asia.

Di Indonesia, kehadiran Leapmotor bakal masuk melalui kemitraan dengan Indomobil Group. Rencananya, beberapa model termasuk SUV listrik mereka bakal diperkenalkan di pertengahan tahun melalui arena GIIAS 2026.

Melihat pendekatan nan dibawa, Leapmotor tidak hanya menawarkan produk listrik, tetapi juga strategi nan menggabungkan teknologi internal, efisiensi biaya, dan ekspansi dunia melalui kemitraan. Dalam konteks pasar Indonesia nan mulai berkembang ke arah elektrifikasi, kehadiran mereka bakal menambah pilihan di segmen nan sudah mulai ramai diisi beragam merek.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan