Mengenal Kapinis, Burung yang Bisa Tidur sambil Terbang

Sedang Trending 3 jam yang lalu
Mengenal Kapinis, Burung nan Bisa Tidur sembari Terbang Burung kapinis(Milosz Cousens)

Burung kapinis alias common swift (Apus apus) merupakan salah satu penerbang paling handal di planet ini. Spesies ini mempunyai keahlian luar biasa untuk melayang di angkasa selama 10 bulan tanpa sekalipun menyentuh daratan.

Masuk dalam ordo Apodiformes berbareng burung kolibri, kapinis mempunyai wilayah jelajah nan sangat luas. Saat musim kawin, mereka tersebar dari Eropa Barat hingga Tiongkok Tengah. Ketika musim dingin tiba, mereka bakal melakukan perjalanan migrasi besar-besaran menuju wilayah Afrika Selatan.

Secara fisik, burung bertubuh hitam-cokelat ini mempunyai kreasi anatomi nan sangat kompak. Dengan panjang sekitar 15 cm dan rentang sayap 40-48 cm, bobotnya tergolong super ringan, ialah hanya 42,5 gram. Ciri unik lainnya adalah corak putih-krem di area dagu serta ekor nan sedikit bercabang.

Rekor Terbang dan Migrasi Tercepat

Burung kapinis menghabiskan 99 persen waktunya di udara selama 10 bulan masa non-berkembang biak. Satu-satunya momen mereka mendarat adalah saat musim bersarang. Itu pun biasanya dilakukan di tempat vertikal nan susah dijangkau predator, seperti tebing batu alias cerobong asap.

Saat bermigrasi, burung ini bisa menempuh jarak rata-rata 570 km per hari, apalagi dalam kondisi tertentu bisa menembus 832 km dalam sehari. Mereka terbang pada ketinggian mencapai 8.000 kaki (sekitar 2.400 meter), menjadikan mereka salah satu burung dengan jarak migrasi harian tercepat di dunia.

Adaptasi Sempurna untuk Hidup di Langit

Burung kapinis mempunyai penyesuaian tubuh nan luar biasa untuk mendukung style hidupnya nan ekstrem. Sayapnya panjang, sempit, dan berbentuk sabit dengan bulu kaku, dipadukan dengan tubuh aerodinamis mirip torpedo agar bisa meluncur dengan daya minimal.

Sebaliknya, kaki mereka telah menyusut secara evolusioner demi mengurangi beban saat terbang. Akibatnya, burung ini tidak bisa bertengger di ranting pohon dan hanya bisa mencengkeram permukaan vertikal. Jika sampai terjatuh ke tanah datar, mereka bakal kesulitan untuk terbang kembali lantaran kakinya terlalu lemah dan sayapnya terlalu panjang untuk melakukan langkah terbang.

Fakta Unik: Urusan makan, tidur, hingga proses perkawinan dilakukan oleh burung kapinis sepenuhnya di tengah penerbangan tanpa perlu mendarat.

Cara Makan dan Tidur di Udara

Dengan mulutnya nan lebar, burung ini dengan mudah meraup sekawanan serangga dan lelaba di udara. Mereka kemudian merekatkannya dengan air liur hingga membentuk bola makanan di tenggorokan.

Di siang hari, mereka memanfaatkan arus udara hangat untuk meluncur irit energi. Saat malam tiba, mereka bakal terbang lebih tinggi untuk tidur menggunakan metode unihemispheric slow wave sleep (USWS). Sistem ini memungkinkan separuh otaknya beristirahat total, sementara setengahnya lagi tetap aktif mengendalikan aktivitas sayap dan navigasi terbang.

Risiko Fatal Saat Minum

Minum menjadi salah satu argumen krusial nan menghubungkan burung kapinis dengan permukaan bumi. Karena sayap panjangnya tidak bisa melipat dengan baik untuk mendarat di tanah, mereka kudu minum dengan langkah meluncur rendah dan membuka paruh di atas permukaan air.

Para intelektual menemukan bahwa burung ini melakukan tindakan 'mengerem' dengan berbelok tajam dan memanfaatkan angin sakal untuk memperlambat kecepatan sebelum menyentuh air. Jika mereka nekat menyambar air dengan kecepatan tinggi, akibat terjatuh sangat besar. Bila kapinis terjatuh ke dalam air, mereka bakal terjebak selamanya lantaran tidak bakal bisa mengepakkan sayap untuk terbang kembali dari permukaan air. (E-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia