Ketahui kegunaan hormon testosteron bagi pria.(Dok. Magnific)
KONDISI tubuh nan terasa capek berlebih, penyusutan massa otot, hingga melemahnya bentuk sering kali dikaitkan dengan rendahnya kadar hormon testosteron. Sebagai hormon seks utama pada pria, testosteron memegang peranan krusial dalam perkembangan karakter seksual dan kebugaran bentuk secara keseluruhan.
Berdasarkan laporan Cleveland Clinic, testosteron diproduksi oleh testis pada laki-laki dan ovarium pada wanita. Pada pria, hormon ini mulai diproduksi sejak dalam kandungan untuk membentuk organ reproduksi seperti prostat, penis, dan skrotum. Memasuki masa pubertas, testosteron memicu perubahan signifikan seperti peningkatan tinggi badan, pertumbuhan rambut tubuh, pendalaman suara, hingga peningkatan libido.
Selain kegunaan seksual, testosteron berkedudukan krusial dalam produksi sperma dan pembentukan sel darah merah baru. Pada laki-laki dewasa, hormon ini tetap dibutuhkan untuk menjaga kepadatan tulang, kekuatan otot, dan antusiasme seksual nan stabil.
Rentang Kadar Normal Menurut Penelitian
Menentukan nomor pasti kadar testosteron normal sering kali menjadi tantangan lantaran adanya ragam metode laboratorium. Namun, penelitian nan dipimpin oleh Thomas G. Travison dengan melibatkan 9.054 laki-laki dari Amerika Serikat dan Eropa memberikan standar referensi nan lebih konsisten.
Hasil studi tersebut menunjukkan bahwa pada laki-laki sehat, tidak obesitas, dan berumur 19-39 tahun, kadar testosteron total nan diharmonisasi berada pada rentang 264-916 ng/dL, dengan nilai tengah sebesar 531 ng/dL.
Catatan Penting: Rentang 264-916 ng/dL tidak bertindak absolut bagi semua pria. Kadar testosteron secara alami bakal menurun seiring bertambahnya usia dan dipengaruhi oleh kondisi kesehatan tubuh serta metode pemeriksaan nan digunakan.
Mengingat aspek usia dan kondisi bentuk sangat memengaruhi hasil, pemeriksaan medis nan tepat sangat disarankan untuk mendapatkan pemeriksaan nan akurat. Jika Anda merasakan indikasi kekurangan testosteron, konsultasikan dengan tenaga medis untuk pertimbangan lebih lanjut sesuai kondisi individual masing-masing. (The Journal of Clinical Endocrinology & Metabolism/Clevelandclinic/Alodokter/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·