Ilustrasi(Magnific)
BAGI orangtua nan membesarkan anak kembar, menggunakan kata "anak kembar" (the twins) sebagai panggilan sehari-hari mungkin terasa praktis dan efisien. Mulai dari memanggil mereka untuk makan malam hingga memperkenalkan mereka kepada orang baru, label ini sering kali melekat erat. Namun, para psikolog anak sekarang memperingatkan kebiasaan nan tampaknya tidak rawan ini dapat berakibat jelek pada perkembangan identitas dan kesehatan mental anak.
Para mahir menyarankan orangtua untuk mulai memandang anak kembar mereka sebagai dua perseorangan nan terpisah, bukan sebagai satu kesatuan paket. Mengurangi penggunaan label "anak kembar" dinilai sangat krusial untuk membantu masing-masing anak membangun rasa diri alias personalitas nan sehat.
Dr. Joan A. Friedman, seorang psikolog anak nan juga seorang anak kembar sekaligus ibu dari anak kembar, menjelaskan akibat psikologis dari pelabelan ini dalam wawancara dengan Parents.
"Ketika orangtua terus-menerus merujuk pada anak-anak mereka sebagai 'anak kembar' daripada menggunakan nama mereka, perihal itu memperkuat pendapat bahwa mereka adalah satu unit tunggal, bukan dua perseorangan nan terpisah," ujar Dr. Friedman. "Hal ini dapat mempersulit masing-masing anak untuk mengembangkan rasa diri nan unik dan dapat menyebabkan masalah psikologis di kemudian hari, seperti kecemasan, depresi, dan kesulitan membentuk hubungan di luar ikatan kembar mereka."
Ketika anak kembar selalu dikelompokkan bersama, mereka condong tumbuh dengan ekspektasi bahwa mereka kudu selalu berbagi segalanya, mulai dari pakaian, minat, hingga teman. Akibatnya, mereka mungkin merasa kesulitan alias merasa bersalah ketika mau mengeksplorasi minat alias talenta nan berbeda dari kembarannya. Hal ini dapat menghalang potensi unik nan dimiliki oleh masing-masing anak.
Untuk menghindari akibat negatif tersebut, para psikolog memberikan beberapa pedoman praktis bagi orangtua dalam menerapkan pola asuh nan mendukung individualitas:
- Panggil dengan Nama Masing-Masing: Sebisa mungkin, hindari memanggil mereka dengan julukan "anak kembar" alias "si kembar" di dalam rumah maupun di depan umum. Gunakan nama panggilan mereka untuk menegaskan identitas individual mereka.
- Sediakan Waktu Satu musuh Satu: Jadwalkan waktu unik bagi orang tua untuk menghabiskan waktu berdua saja dengan salah satu anak secara bergantian. Langkah ini membantu membangun ikatan emosional nan kuat secara personal.
- Dukung Minat nan Berbeda: Jika salah satu anak menyukai olahraga dan nan lainnya lebih tertarik pada seni musik, fasilitasi minat tersebut secara terpisah tanpa kudu memaksa mereka melakukan aktivitas nan sama.
Dengan membikin perubahan mini dalam langkah berkomunikasi dan berinteraksi sehari-hari. Orangtua dapat membantu anak kembar tumbuh menjadi pribadi nan mandiri, percaya diri, dan mempunyai identitas diri nan kuat di masa depan. (Parents/Z-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·