Mengapa Presiden Prabowo Banyak Diserang?

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Opini , Jurnalis-Sabtu, 13 Juni 2026 |10:32 WIB

Mengapa Presiden Prabowo Banyak Diserang?

Igor Dirgantara, Dosen Fisip Universitas Jayabaya (Foto: Dok)

(Oleh: Igor Dirgantara, Dosen Fisip Universitas Jayabaya)

ANEH, justru ketika Presiden Prabowo Subianto lebih memperhatikan dan memprioritaskan rakyat kecil, serangan negatif justru datang berkali-kali ke arah mantan Komandan Jenderal (Danjen) Komando Pasukan Khusus (Kopassus) ini. Seolah cibiran dan kritik selalu berkawan dengannya. 

Prabowo pernah kalah pemilihan presiden (Pilpres) 3 kali (2009, 2014, 2019), tetapi tetap setia di jalur kerakyatan konstitusional lewat Pemilu. Kemenangan Prabowo di Pilpres kemarin adalah buah dari perjuangan dan kegigihannya, bukan lantaran support dan pengaruh bapaknya. 

Salah satu program utamanya sebagai Presiden adalah mengangkat harkat dan martabat bangsa Indonesia menjadi mandiri, terhindar dari  bangsa kacung. Terpilih sebagai Presiden pada Pemilu 2024 lalu, menjadikannya leluasa konsentrasi kepada program untuk kepentingan rakyat miskin. 

Salah satunya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) nan sudah menjangkau 62 juta penerima faedah guna meminimalisir stunting dan mal nutrisi anak-anak dan ibu mengandung di lapisan bawah. Program MBG juga sukses menciptakan lapangan kerja nan menyerap 1,3 juta tenaga kerja di beragam wilayah di Indonesia. 

Tak hanya itu, korupsinya pun diberantas lewat Kejaksaan Agung (Kejagung). Saat ini, presiden Prabowo justru berupaya memperkuat ketahanan pangan, mencegah kebocoran,  menjaga aset strategis nasional, dan mendorong Indonesia bisa lebih mandiri.

Lalu kenapa Prabowo justru menuai banyak tekanan?

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com