Niken Wulandari
, Jurnalis-Jum'at, 23 Oktober 2026 |14:55 WIB

Mengapa pembalap MotoGP rata-rata bertubuh pendek? (Foto: MotoGP)
JAKARTA - Mengapa pembalap MotoGP rata-rata bertubuh pendek? Pertanyaan ini kerap muncul di kalangan fans balap.
Apalagi, MotoGP 2026 sekarang memasuki fase penentuan juara bumi dengan persaingan nan semakin ketat. Di antara para pembalap nan bersaing, sebagian besar memang tidak berpostur tinggi.
Lantas, apa nan membikin postur pendek lebih menguntungkan di lintasan MotoGP?
1. Mengurangi Beban Motor
Pembalap bertubuh pendek condong mempunyai berat badan nan ringan. Kondisi ini membikin beban nan ditopang motor berkurang.
Jika berat pembalap terlalu berat, style gesek ban dengan jalan ikut terpengaruh. Akibatnya, motor tidak bisa melaju dengan kecepatan optimal.
Meski begitu, ada kalkulasi berat ideal pembalap untuk setiap motor. Semakin sesuai hasil perhitungannya, semakin optimal laju motor. Jika pembalap terlalu ringan, teknisi bakal menambahkan pemberat pada motor agar pusat gravitasinya lebih optimal.
2. Membuat Motor Lebih Irit Bahan Bakar
Pembalap bertubuh pendek dengan berat badan ringan membikin motor lebih irit bahan bakar. Sebab, beban motor lebih sedikit sehingga penggunaan bahan bakar menjadi lebih efisien.
Hal ini krusial lantaran berasas izin FIM nan dimuat di situs resmi MotoGP, kapabilitas tangki dibatasi maksimal 22 liter untuk balapan Grand Prix. Jika bahan bakar lenyap lebih sigap akibat penggunaan nan tidak efisien, pembalap bisa menghadapi masalah besar.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·