Mengapa Gempa Bumi Bisa Menyebabkan Tsunami? Ini Penjelasannya

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Gempa bumi adalah peristiwa bergetarnya Bumi akibat pelepasan daya di dalam Bumi nan terjadi secara tiba-tiba. BMKG mengungkapkan bahwa Indonesia rawan gempa bumi lantaran dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik, ialah Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.

Mengutip dari situs resmi BMKG, jalur pertemuan lempeng berada di laut sehingga andaikan terjadi gempa bumi besar dengan kedalaman dangkal maka bakal berpotensi menimbulkan tsunami sehingga Indonesia juga rawan tsunami.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tsunami adalah gelombang laut nan terjadi lantaran adanya gangguan impulsif pada laut. Gangguan impulsif tersebut terjadi akibat adanya perubahan corak dasar laut secara tiba-tiba dalam arah vertikal alias dalam arah horizontal.

Perubahan tersebut disebabkan oleh tiga sumber utama, ialah gempa tektonik, letusan gunung api, alias longsoran nan terjadi di dasar laut. Dari ketiga sumber tersebut, gempa merupakan penyebab utama tsunami di Indonesia.

Gempa pembangkit tsunami biasanya mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Lokasi episenter terletak di laut
  • Kedalaman pusat gempa relatif dangkal, kurang dari 70 km
  • Memiliki magnitudo besar M > 7.0 SR
  • Mekanisme pensesarannya adalah sesar naik (thrusting fault) dan sesar turun (normal fault)

Bagaimana Gempa Bisa Menyebabkan Tsunami?

Melansir laman International Tsunami Information Center (ITIC) UNESCO, tsunami nan paling merusak dihasilkan dari gempa bumi besar dan dangkal dengan episentrum alias garis patahan di dekat alias di dasar laut. Gempa ini biasanya terjadi di wilayah bumi nan ditandai dengan subduksi tektonik di sepanjang pemisah lempeng tektonik.

Tingkat seismisitas nan tinggi di wilayah tersebut disebabkan oleh tumbukan lempeng tektonik. Ketika lempeng-lempeng ini bergerak saling melewati, mereka menyebabkan gempa bumi besar, nan memiringkan, menggeser, alias memindahkan area luas dasar laut dari beberapa kilometer hingga 1.000 km alias lebih.

Perpindahan vertikal mendadak di area nan luas tersebut mengganggu permukaan laut, memindahkan air, dan menghasilkan gelombang tsunami nan merusak. Gelombang tersebut dapat menempuh jarak nan jauh dari wilayah sumbernya, menyebarkan kerusakan di sepanjang jalurnya.

Ketika gempa bumi besar terjadi, patahan tersebut dapat menyebabkan pergeseran vertikal nan cukup besar untuk mengganggu lautan di atasnya, sehingga menghasilkan tsunami nan bakal menyebar ke segala arah.

(kny/zap)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News