
Mengapa di Benua Eropa Jarang Ada Motor? Ternyata Ini Penyebabnya (Ilustrasi/Freepik)
JAKARTA - Mengapa di benua Eropa jarang ada motor? Padahal di bagian bumi lainnya, kepemilikan sepeda motor tergolong tinggi.
Di Benua Asia, Menurut survei Pew Research Center, 60% penduduk China, 47% penduduk India, dan 43% penduduk Pakistan tercatat mempunyai kepemilikan kendaraan bermotor.
Sementara itu, di tujuh negara Uni Eropa nan disurvei, kepemilikan mobil pada tiap family mencapai rata-rata sebesar 79%. Hal ini mirip dengan jumlah kepemilikan motor nan ada di Asia.
Lantas, aspek apa saja nan membikin motor jarang terlihat di Benua Eropa?
1. Transportasi publik dan sepeda sudah memadai
Di kota besar seperti Paris, Berlin, dan Amsterdam, sepeda serta transportasi umum seperti kereta api, bus, dan trem sangat terkenal untuk mobilitas harian. Infrastruktur yang sudah mapan membikin warganya lebih memilih transportasi publik atau berjalan kaki, sehingga motor jarang digunakan, apalagi untuk jarak jauh.
Kebanyakan penduduk Eropa memandang motor sebagai kegemaran untuk berkendara santai di akhir pekan, bukan kendaraan untuk berkomuter. Pola ini berbeda dengan sebagian negara Asia, tempat kepemilikan motor jauh lebih tinggi.
2. Risiko keselamatan dan patokan SIM
Komisi Eropa melalui European Road Safety Observatory, laman Powered Two-Wheelers, menegaskan mengendarai motor jauh lebih rawan daripada kendaraan bermotor lainnya. Halaman itu menyebut cedera kepala bakal jauh lebih sering terjadi seandainya pengendara tidak memakai helm, dan cedera akibat kecelakaan tunggal bisa lebih parah ketika pengendara menabrak barang tetap seperti pagar pembatas jalan.
Halaman tersebut juga membahas rancangan direktif Uni Eropa tentang SIM, yang memberi akses langsung ke motor berkekuatan 35 kW mulai usia 18 tahun dan ke motor tanpa pemisah daya mulai usia 24 tahun.
45 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·