Jakarta -
Sejumlah wilayah di Indonesia melaporkan penurunan jumlah hotspot karhutla. Mengonfirmasi info dari Sipongi Kementerian Kehutanan, meski angkanya tetap di nomor ribuan, tetapi titik-titik karhutla sudah menurun dibandingkan pekan lalu.
Sayangnya, berbarengan dengan kondisi ini, sejumlah negara tetangga menyampaikan protes atas asap nan menyelimuti wilayah mereka. Seperti ditulis detikNews, beberapa negara apalagi menetapkan darurat asap dan mengurangi aktivitas warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum tuntas dengan masalah karhutla beserta asapnya, Indonesia sekarang tengah dirundung ancaman alam lainnya. Merangkum detikcom, sejumlah wilayah di Jawa, Nusa Tenggara, dan Kalimantan melaporkan munculnya tanda-tanda kekeringan.
Di Gresik Jawa Timur, 65 desa dari 11 Kecamatan diprediksi terancam mengalami kekeringan. Terkait perihal ini, BPBD setempat telah mendistribusikan air bersih di sejumlah titik. Sementara itu di Jawa Tengah, kekeringan membikin debit air di bendung Karet Pati mengalami penurunan drastis. Akibatnya, ikan-ikan di tambah penduduk meninggal dan menimbulkan aroma busuk.
Merangkum detikcom, bulan September disebut-sebut sebagai puncak kemarau. Bahkan di Jakarta, hujan disebut baru bakal turun pada Januari nanti. Benarkah desas-desus ini? Bagaimana gambaran komplit prediksi cuaca Indonesia? Benarkah kekeringan tetap bakal terjadi dalam beberapa waktu ke depan? Simak ulasannya dalam detikSore!
Selain membahas kekeringan, hari ini detikSore juga bakal membahas kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Solo Jawa Tengah. Atas kejadian ini, puluhan mobil pemadam diterjunkan untuk menghalau api agar tidak meluas.
Merangkum detikJateng, Armada Damkar nan diterjunkan ke letak tidak hanya dari Solo, tetapi juga dari Magelang. Meski demikian, berasas info terbaru, api tetap terlihat hingga Kamis (3/9) siang.
Bagaimana info terbaru dari peristiwa ini? Apa akibat dari kebakaran ini? Simak laporan Jurnalis detikJateng selengkapnya.
Jelang petang nanti, detikSore bakal mengulas info tentang keamanan digital di bagian perbankan. Seperti diketahui, Transformasi digital telah mengubah langkah masyarakat mengelola uang. Namun, di kembali kemudahan nan disediakan, muncul akibat baru nan tak kalah serius. Ancaman phishing, pencurian data, penggunaan jaringan WiFi publik, hingga beragam modus penipuan digital dapat menakut-nakuti keamanan aset finansial jika pengguna lengah.
Risiko keamanan digital sekarang bukan lagi sekadar persoalan teknologi, melainkan telah menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan finansial. Sebab, biaya nan dikumpulkan bertahun-tahun bisa lenyap hanya lantaran satu tautan palsu, password nan mudah ditebak, alias kelalaian dalam menjaga info pribadi.
Lalu apa saja langkah praktis untuk meningkatkan keamanan aktivitas digital di sektor finansial? Ikuti diskusinya berbareng Ganda Raharja Rusli, Direktur Risiko, Kepatuhan dan Hukum Allo Bank.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/vys)
20 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·