Jakarta -
Komisi X DPR RI rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. Dalam rapat itu, Abdul Mu'ti mengusulkan tambahan anggaran Rp 40,75 triliun.
Abdul Mu'ti awalnya menyampaikan bahwa Kementeriannya mendapatkan pagu sugestif Rp 58,24 triliun. Adapun rincian pagu tersebut ialah Rp 2,69 triliun untuk shopping wajib penghasilan dan operasional dan Rp 55,5 triliun untuk program prioritas nasional.
"Berdasarkan surat berbareng pagu sugestif dari Menteri Keuangan dan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kemendikdasmen mendapatkan pagu sugestif sebesar Rp 58,24 triliun," kata Abdul saat rapat kerja di Komisi X DPR, Jakarta, Rabu (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia lantas merinci alokasi pagu sugestif untuk program prioritas nasional nan mencakup pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan Rp 14,28 triliun, support perlengkapan sekolah Rp 250 miliar, sekolah nasional terintegrasi Rp 7,21 triliun, Studio Guru Rp 40 miliar, digitalisasi pembelajaran Rp 5,83 triliun.
Selain itu, ada juga alokasi anggaran untuk tunjangan pembimbing non-ASN Rp 14,09 triliun, serta Program Indonesia Pintar sebesar Rp 13,79 triliun. Kemudian, alokasi lain berupa PNBP/BLU mencapai Rp 39,85 miliar.
"Dengan telah ditetapkannya alokasi pagu sugestif untuk peruntukan di atas maka kebutuhan untuk pembiayaan program lain kami usulkan agar mendapatkan tambahan anggaran," ucap dia.
"Untuk itu Kemendikasmen telah menyampaikan permohonan usulan tambahan anggaran tahun anggaran 2027 sebesar Rp 40,75 triliun kepada Menkeu, Menteri PPN Kepala Bappenas, dan Mensesneg melalui surat Mendikdasmen," lanjutnya.
(maa/zap)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·