Mendagri Ungkap Belanja Daerah Naik, tapi Pendapatan Turun

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan realisasi pendapatan pemerintah wilayah hingga 31 Juli 2026 menurun dibandingkan periode nan sama tahun lalu. Di sisi lain, shopping wilayah justru naik

"Di tahun 2026 ini sampai dengan 31 Juli, total pendapatan provinsi, kota, dan kabupaten nan sudah masuk itu adalah sebesar Rp 606,8 triliun. Ini sedikit lebih rendah dibanding dengan 31 Juli 2025, di waktu nan sama Rp 691,8 triliun," terang Tito dalam konvensi pers Nota Keuangan di instansi Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Sementara itu, realisasi shopping wilayah hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp 538,6 triliun alias sekitar 42,5%. Tingkat realisasi tersebut lebih tinggi dibandingkan periode nan sama tahun lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini lebih tinggi dibanding tahun lalu, di masa nan sama 31 Juli 2025 sebesar 41,7%," ujarnya.

Adapun total anggaran pendapatan dan shopping wilayah (APBD) pada 2026 mencapai sekitar Rp 1.153,9 triliun. Angka tersebut terdiri dari Transfer ke Daerah (TKD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD). TKD pada 2026 tercatat sekitar Rp 725,2 triliun, sedangkan sasaran PAD mencapai Rp 428,9 triliun.

Pemerintah juga telah memberikan tambahan TKD sebesar Rp18,9 triliun kepada daerah. Tambahan anggaran tersebut terutama ditujukan untuk membantu wilayah nan mengalami kesulitan dalam memenuhi shopping pegawai, termasuk pembayaran PPPK.

"Tambahan-tambahan anggaran tadi juga diberikan, terutama nan terakhir 5 Agustus, dari Bapak Presiden melalui Menteri Keuangan sebanyak Rp 18,9 triliun itu digunakan terutama untuk membantu wilayah nan shopping pegawai. Ini adalah kesulitan terutama untuk bayar PPPK dan kemudian juga untuk membantu daerah-daerah nan fiskalnya rendah," pungkas Tito.

(ada/hns)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance