Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian membuka kesempatan membikin patokan setingkat menteri untuk mengatur pemisah desibel bunyi pada penggunaan sound system, termasuk sound horeg.
Tito mengatakan patokan mengenai pemisah bunyi tersebut perlu dibahas berbareng lintas instansi. Hal itu disampaikannya menyusul kejadian sound horeg nan menimbulkan korban.
“Kalau sound horeg ini, pendapat saya perlu dilakukan rapat ya, dengan lintas instansi, termasuk Kementerian Kesehatan, kemudian dari Komdigi misalnya, Polri. Seperti apa corak batasan, misalnya desibel, bunyi nan boleh ada ya, untuk loudspeaker dan lain-lain,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (5/9).
Menurut Tito, penggunaan sound system dengan tingkat desibel tertentu nan berpotensi mengganggu kesehatan kudu dilarang. Dia mengatakan patokan mengenai pemisah desibel tersebut dapat dibuat melalui undang-undang maupun peraturan di bawahnya.
“Kalau dia dianggap ada desibel tertentu nan bisa mengganggu kesehatan, ya kudu dilarang, gitu. Baik dengan undang-undang alias peraturan-peraturan di bawahnya,” tutur Tito.
“Kalau belum ada ya, mungkin bisa setingkat menteri juga, saya bisa membikin suatu patokan gitu, ya,” sambungnya.
Tito mengatakan dirinya bakal mempelajari terlebih dulu patokan nan secara spesifik mengatur mengenai pemisah desibel suara. Dia menilai saat ini belum ada patokan nan secara unik mengatur pemisah bunyi nan dapat mengganggu kesehatan.
“Nah, saya bakal pelajari, kira-kira aturan, patokan nan mana nan spesifik. Saya lihat sepertinya belum ada nan mengatur secara spesifik mengenai desibel ini. nan bisa mengganggu kesehatan, apalagi sudah ada korban gitu,” kata dia.
Sebelumnya, tiga orang meninggal bumi dalam sejumlah kejadian mengenai karnaval dan parade sound horeg di Jawa Timur (Jatim) sepanjang Agustus 2026.
Para korban berasal dari beragam kalangan, mulai dari kru, peserta karnaval, hingga penduduk nan berada di sekitar letak kejadian. Peristiwa terbaru terjadi di Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, ketika seorang penduduk tertimpa kanopi dan tembok nan diduga roboh akibat getaran sound horeg nan melintas.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·