Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menanggapi tudingan tiga ASN korban penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan, nan disebut merupakan intel. Tito mengatakan tudingan tersebut kerap digunakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) untuk menimbulkan ketakutan di masyarakat.
“Ya biasanya begitu, nan disampaikan oleh para golongan nan melakukan penembakan kekerasan selalu alasannya intel, begitu. Padahal dia berupaya untuk usik aja,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/9).
“Membuat masyarakat menjadi takut dan lain-lain, menyebarkan kekerasan, menyebarkan ketakutan gitu ya,” lanjutnya.
Tito kemudian meminta abdi negara keamanan, mulai dari Polri, TNI, hingga intelijen, meningkatkan pemantauan terhadap pergerakan kelompok-kelompok nan melakukan kekerasan di wilayah tersebut.
“Nah, ya saya tentu berharap, teman-teman dari abdi negara keamanan, Polri, TNI, Intelijen, dapat bisa menjaga situasi nan lebih kondusif, kemudian bisa memantau pergerakan dari kelompok-kelompok itu dan bisa menetralisir golongan itu,” ujarnya.
Menurut Tito, langkah tersebut diperlukan agar masyarakat, termasuk ASN nan menjalankan tugas, dapat beraktivitas dengan lebih kondusif dan tenang.
“Supaya ada keberanian dari masyarakat untuk beraktivitas. Kalau seandainya tidak ada serangan-serangan kan pasti mereka bakal lebih tenang. Saya kira itu,” tutur Tito.
Sebelumnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz 2026 sukses mengidentifikasi 2 orang nan menjadi pelaku dalam kasus penembakan 3 pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Dua orang tersebut berinisial PN dan KT nan terlihat dalam cuplikan video call nan beredar di media sosial.
Kepolisian juga memastikan bahwa PN dan KT masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) nan telah diidentifikasi kepolisian. Informasi tersebut didapatkan setelah menyandingkan cuplikan video nan beredar dengan info dan ciri-ciri nan telah dimiliki.
“Setelah kami sandingkan dengan info nan kami miliki, serta ciri-ciri nan ada pada kami, kami memastikan dua orang tersebut merupakan PN dan KT nan masuk dalam DPO kami,” kata Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, dalam keterangan nan diterima Sabtu (12/9).
Yusuf juga membeberkan kronologi mengenai kejadian penembakan tersebut. Diketahui ketiga korban hendak memberikan support berupa ternak anak babi, melakukan pengecekan Lahan Cetak Sawah, serta memberikan penyuluhan mengenai dengan peternakan.
Namun, dalam perjalanan kembali menuju Kabupaten Wamena, kendaraan nan mereka tumpangi diduga diadang oleh golongan bersenjata dan diperintahkan untuk berhenti.
Ketiga korban diminta untuk turun dari kendaraan dan digiring menuju belakang kendaraan. Tidak lama, terdengar 3 kali letusan senjata api. Setelah melakukan penembakan tersebut, para pelaku melarikan diri dari letak kejadian.
46 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·