Mendag Wanti-Wanti UMKM Lokal, RI Diserbu Produk Asing Bermodal Besar

Sedang Trending 19 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mewanti-wanti pelaku upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak kalah bersaing dengan produk asing nan masuk ke pasar Indonesia. Menurutnya, produk asing tidak selalu mempunyai kualitas nan jauh lebih baik, tetapi unggul dalam perihal promosi dan modal iklan.

Budi mengatakan, kualitas produk merupakan syarat utama bagi UMKM untuk bersaing. Namun, keahlian memasarkan produk juga menjadi aspek penting, terlebih di tengah era digital.

"Karena banyak produk asing itu nan masuk ke Indonesia, sebenarnya kualitasnya nggak jauh beda dengan kita, tapi dia pandai jualan, promosi. Ya, dia modalnya besar untuk beriklan, sehingga dia.. ya kan nan krusial viral dulu kan gitu kan?" ujar Budi saat membuka Pelatihan Gapai Pasar Global dengan AI berbareng META di Auditorium Kemendag, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Karena itu, Budi mendorong UMKM memanfaatkan teknologi digital, termasuk AI, untuk memperkuat pemasaran produknya. Menurutnya, teknologi dapat membantu pelaku upaya lokal meningkatkan daya saing, baik di pasar domestik maupun global.

"Kalau udah viral kan, nah Bapak-Ibu kelak diajarin agar bisa viral juga kan ya produknya. Nah itu nan paling penting," katanya.

Budi menilai pasar dalam negeri nan besar juga perlu diisi oleh produk lokal. Pemerintah, kata dia, tengah menjalankan program Pengamanan Pasar Dalam Negeri agar UMKM dapat memperoleh akses pasar nan lebih luas.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong UMKM masuk ke pasar ekspor melalui program UMKM Bisa Ekspor. Budi mengatakan, pelaku upaya dapat memanfaatkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk mencari calon pembeli.

"Kita itu ada 46 perwakilan, Atase Perdagangan dan ITPC (Indonesia Trade Promotion Center), ya. Di 33 negara. Jumlahnya 46 di 33 negara," tutur dia.

Menurutnya, pelaku UMKM nantinya dapat mempresentasikan produk secara online kepada perwakilan perdagangan Indonesia. Setelah mendapatkan calon pembeli alias buyer, proses komunikasi dapat dilanjutkan dengan pendampingan.

"Nah setelah itu, perwakilan kita mencarikan buyer. Setelah perwakilan dapat buyer, Bapak-Ibu presentasi lagi langsung ke buyer-nya," jelasnya.

Budi mengungkapkan, nilai transaksi program UMKM Bisa Ekspor terus meningkat. Pada tahun lalu, transaksi nan tercatat mencapai US$134,8 juta. Sementara pada Januari-Juli 2026, nilainya telah mencapai US$333 juta.

"Itu isinya ya kebanyakan UMKM, makanya namanya programnya UMKM Bisa Ekspor. Kalau nan gede-gede cari buyer sudah jago dia ya. Kalau nan UMKM ini kudu kita bantu," ucap dia.

Dia menambahkan, sekitar 70% peserta program UMKM Bisa Ekspor belum pernah melakukan ekspor. Karena itu, pemerintah tidak hanya mendorong UMKM mempunyai produk berkualitas, tetapi juga memastikan keahlian produksi mereka bisa memenuhi permintaan pasar luar negeri.

AI Bantu UMKM Tembus Pasar Global

Budi mengatakan, pemanfaatan AI dapat menjadi salah satu langkah bagi UMKM untuk memperluas pemasaran tanpa kudu mengeluarkan biaya promosi sebesar perusahaan besar.

"Jadi kelak ada training gimana memanfaatkan teknologi digital, khususnya AI ya. Cara kita berdagang seperti apa? Saya pikir dengan AI kelak lebih mudah kita bisa menembus pasar global," kata Budi.

Menurutnya, training tersebut memang diarahkan untuk membantu UMKM masuk ke pasar ekspor. Namun, teknologi nan sama juga dapat digunakan untuk memperkuat penjualan di dalam negeri.

"Memang ini orientasinya untuk ekspor, ya. Tetapi kita namanya jualan, pasar di dalam negeri juga besar, berfaedah juga untuk di dalam negeri. Jadi kita pasarnya di dalam negeri dan pasar ekspor," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Meta Indonesia Berni Mustafa mengatakan, salah satu persoalan nan tetap dihadapi UMKM Indonesia adalah keterbatasan exposure produk, khususnya di pasar luar negeri.

Menurutnya, kualitas produk UMKM Indonesia tidak perlu diragukan. Tantangannya adalah membikin produk tersebut lebih mudah ditemukan calon pembeli.

"Satu tantangan konsisten nan kami temukan adalah discoverability. Kami tidak ragu dengan kualitas produk UMKM Indonesia, namun sayangnya nan menjadi hambatan adalah exposure-nya tetap terbatas, terutama di luar negeri," kata Berni dalam kesempatan nan sama.

Berni mengatakan, teknologi AI dapat membantu UKM mulai dari menentukan strategi pemasaran, membikin konten visual, menulis copywriting hingga menerjemahkan caption ke bahasa negara tujuan.

Salah satu teknologi nan diperkenalkan adalah Meta Business Agent nan dapat membantu merespons calon pembeli selama 24 jam.

"Dan solusi selanjutnya nan terbaru adalah Meta Business Agent, nan dapat menjadi asisten UKM untuk merespon calon pembeli 24 jam selama 7 hari, sehingga tidak satupun kesempatan nan terlewatkan," ujarnya.

Berni juga memberikan contoh UMKM nan telah memperoleh pesanan dari luar negeri setelah memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya brand fashion muslim asal Bandung, Zaya.

Dengan anggaran iklan Rp150.000, Zaya disebut sukses mendapatkan pesanan abaya dan baju muslim dari Malaysia senilai Rp1,4 juta.

Contoh lainnya adalah Abu Jamu dari Batam. Dengan modal iklan Rp135.000 selama tujuh hari, iklannya dilihat lebih dari 63.000 kali dan menghasilkan pesanan 60 balut jahe instan dari Malaysia senilai Rp3 juta.

Founder UKMIndonesia.id, Dewi Meisari mengatakan teknologi AI juga dapat membikin aktivitas promosi nan sebelumnya mahal menjadi lebih terjangkau bagi upaya mikro dan kecil.

"Kalau dalam penerapan teknologi AI di sini, konteksnya adalah AI untuk memudahkan dan menekan biaya produksi dan efisiensi promosi," kata Dewi.

Dia mencontohkan, UMKM nan sebelumnya kudu mengeluarkan biaya besar untuk pengambilan gambar produk sekarang dapat memanfaatkan AI untuk menghasilkan materi visual dengan modal nan lebih kecil.

"Jadi di sini jika saya menyebutnya, ya inilah teknologi nan inklusif gitu ya, membikin sesuatu akses nan tadinya itu 'ah terlalu mahal untuk UMKM lah'," ujarnya.

Pusat Grosir Asemka sekarang jadi 'Dapur' Bisnis Reseller, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Pusat Grosir Asemka sekarang jadi 'Dapur' Bisnis Reseller, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Pusat Grosir Asemka sekarang jadi 'Dapur' Bisnis Reseller, Jakarta, Selasa (8/9/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

(dce) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News