Mendag Ungkap Cara RI Bentuk Bursa Mineral, Tiru Pola Bursa Kripto

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Pemerintah sedang membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) untuk memperkuat posisi Indonesia dalam pembentukan nilai komoditas strategis. Bursa unik perdagangan mineral dan komoditas ini ditargetkan resmi beraksi pada 1 Januari 2027.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan pihaknya turut terlibat dalam pembentukan bursa baru ini melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti). Sementara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tetap menjadi ketua alias pemimpin pembentukan BMKS.

"Terlibat, jadi sekarang sudah dibentuk tim ya dengan OJK. OJK dengan kita melalui Bappebti. Kemarin kami juga sudah ketemu dengan Danantara, kemudian ketemu dengan Pak Brian Mendiktri, dan juga sudah komunikasi dengan Ketua OJK," kata Busan saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam perihal ini, menurutnya keterlibatan Bappebti dalam pembentukan bursa baru ini mengangkat pola sukses nan pernah diterapkan saat pihaknya pertama kali meluncurkan perdagangan aset mata uang digital di Indonesia beberapa tahun lalu.

"Jadi kita membentuk tim seperti dulu ketika produk kripto. Ya, mata uang digital kan juga kita ada tim," paparnya.

Meski begitu, Busan belum bisa mengatakan lebih jauh komoditas mineral dan strategis apa saja nan bakal diperdagangkan dalam bursa baru tersebut. Sebab ketentuan komoditas apa saja nan bisa diperdagangkan melalui bursa tersebut sepenuhnya kewenangan OJK.

"Komoditas kelak nan menentukan OJK, sesuai dengan Undang-Undang P2SK," ujar Busan.

"Jadi kelak ada patokan unik dari OJK. Kita tetap tungguin komoditas strategis apa saja nan bakal ditentukan oleh OJK. Jadi pada prinsipnya kita siap membantu, mendampingi alias asistensi untuk pembentukan bursa nan baru," tegasnya.

(igo/fdl)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance