Mendag Bilang Begini Respons Dolar AS Sempat Rp17.500/US$

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah kembali sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (13/5/2026). Menanggapi pelemahan mata duit Garuda tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan pemerintah terus mendorong peningkatan ekspor, agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

"Ya makanya kita sorong terus (ekspor). Jangan sampai kelak pertumbuhannya lebih kecil," ujar Budi saat ditemui di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Menurut Budi, salah satu upaya nan dilakukan pemerintah untuk menghadapi tekanan nilai tukar adalah memperkuat keahlian ekspor nasional. Karena itu, Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus mendorong pelaku upaya untuk meningkatkan ekspor ke beragam negara tujuan.

"Makanya kita salah satu caranya adalah seperti ini nan kita lakukan. Kita mendorong teman-teman (pengusaha), untuk terus meningkatkan ekspor," katanya.

Budi juga berambisi tren ekspor Indonesia pada April 2026 tetap menunjukkan kenaikan, di tengah gejolak nilai tukar dan ketidakpastian ekonomi global.

"Mudah-mudahan kelak April tetap naik terus (ekspornya)," minta dia.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah sukses kembali ke area penguatan terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026).

Merujuk info Refinitiv, mata duit Garuda mengakhiri perdagangan di level Rp17.460/US$ alias menguat 0,17%. Kondisi ini sekaligus membalikkan arah rupiah setelah pada pembukaan perdagangan pagi tadi sempat melemah 0,06% ke level Rp17.500/US$.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News