Jakarta -
Beberapa wilayah tetap berjibaku dengan kebakaran rimba dan lahan (karhutla). Tidak hanya di titik-titik nan mempunyai hotspot, wilayah lain juga terdampak pengaruh kebakaran, ialah serangan asap.
Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, mengungkapkan jika karhutla kali ini sudah berada di level tertinggi dibandingkan dengan peristiwa-peristiwa sebelumnya. Dirinya apalagi menyebut jika nomor nan diperoleh saat ini tetap berpotensi meningkat.
"Kalau dilihat dari sisi puncak El Nino, maka bisa diperkirakan jika luasan karhutla bakal terus meningkat. Sebab, puncak El Nino tetap bakal terjadi pada September mendatang," kata Daniel dalam detikSore, Senin (24/8).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di lain pihak, pemerintah terus mengebut pemadaman api. Dalam kunjungannya ke Riau pada Senin (24/8) lalu, Presiden Prabowo memimpin langsung rapat koordinasi dengan sejumlah lini dalam rangka penanganan karhutla.
Mengutip detikSumut, dirinya menyebut jika penanganan kebakaran rimba dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia mulai menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah pun menargetkan seluruh titik karhutla dapat ditangani dan diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu mendatang. Prabowo mengatakan pemerintah telah mengerahkan kekuatan besar untuk mempercepat proses pemadaman. Berbagai sarana dan personel dikerahkan, mulai dari puluhan helikopter, belasan pesawat, ratusan bor air dan pompa air, hingga ribuan petugas di lapangan.
Di kembali upaya penanganan karhutla ini, muncul momok baru nan bakal segera dihadapi Indonesia, ialah akibat ekologis. detikSore bakal mengulas lebih dalam sejauh mana karhutla mempengaruhi ketimpangan ekologi serta pengaruh domino lain nan disebabkan peristiwa ini. Menghadirkan Pakar Forensik Lingkungan IPB, Bambang Hero Saharjo, simak diskusinya dalam detikSore!
Jelang petang nanti, detikSore bakal mengulas topik kesehatan nan sering dialami oleh pria. Gangguan saluran kemih, prostat, dan ginjal merupakan masalah kesehatan nan sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Keluhan seperti nyeri pinggang, sering buang air kecil, rasa tidak tuntas, anyang-anyangan, hingga urine berdarah sering kali, dianggap sebagai keluhan ringan dan dibiarkan tanpa pemeriksaan lebih lanjut. Padahal, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya batu saluran kemih, infeksi, pembesaran prostat, maupun gangguan kegunaan ginjal. Tidak hanya membahas penyebab, detikSore juga bakal menghadirkan solusi bagi mereka nan tengah mengalaminya. Menghadirkan dr. Boyke Budiman Sumantri, Sp.U, ikuti ulasannya dalam detikSore!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)
6 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·