Binti Mufarida
, Jurnalis-Selasa, 16 Juni 2026 |18:42 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar.
JAKARTA - Menyambut Tahun Baru 1 Muharram 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membujuk seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah ini sebagai titik kembali memperkuat persatuan. Menag menekankan bahwa prinsip dari hijrah di era modern adalah membuka ruang perbincangan nan sehat dan konsisten merawat tali persaudaraan antarsesama.
Menag menyampaikan bahwa tantangan era nan semakin kompleks, termasuk derasnya arus info di media sosial, sering kali memicu kesalahpahaman dan polarisasi. Oleh lantaran itu, semangat hijrah kudu dimaknai sebagai perpindahan dari ego sektoral menuju kebersamaan.
"Hijrah bukan sekadar perpindahan almanak alias mengenang peristiwa historis masa lalu. Di era sekarang, hijrah nan paling kontekstual adalah berhijrah dari watak merasa betul sendiri menuju watak nan mau mendengar, berdialog, dan merangkul perbedaan," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Selasa (16/6/2026).
Dalam pesannya, Nasaruddin Umar menggarisbawahi pentingnya merawat tiga pilar persaudaraan nan menjadi fondasi kedamaian di Indonesia, ialah ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah.
Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini meyakini, jika ketiga pilar ini dijaga melalui perbincangan nan santun dan terbuka, potensi perpecahan di tengah masyarakat dapat diredam sedini mungkin.
Selain mengimbau masyarakat secara umum, Menag juga menitipkan pesan unik kepada para tokoh agama, dai, dan pengelola rumah ibadah. Menag meminta agar mimbar-mimbar keagamaan di Tahun Baru Hijriah ini diisi dengan narasi nan menyejukkan, bukan nan memecah belah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·