Menag Gagas Program Persiapan LPDP bagi Santri dan Talenta PTKIN

Sedang Trending 12 jam yang lalu
Menag Gagas Program Persiapan LPDP bagi Santri dan Talenta PTKIN MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar.(Dok. Antara)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menggagas program pembinaan unik untuk mempersiapkan santri dan talenta dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengikuti seleksi beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Program ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing peserta melalui penguatan keahlian akademik dan bahasa asing.

Gagasan tersebut disampaikan Menag saat menerima audiensi Pengurus Cabang Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Ciputat dan Tangerang Selatan. Dalam pertemuan itu, pengurus IKA PMII memaparkan roadmap pengembangan talenta alumni nan kemudian mendapat respons positif dari Menteri Agama.

Menurut Menag, santri mempunyai potensi besar untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan, baik di dalam maupun luar negeri. Oleh lantaran itu, diperlukan sistem pembinaan nan bisa membantu mereka memenuhi beragam persyaratan seleksi danasiwa LPDP.

"LPDP sangat dibutuhkan pesantren. Kita perlu proaktif membangun keberpihakan. nan kudu disiapkan adalah keahlian bahasa Inggris, Tes Potensi Akademik (TPA), dan pendampingannya. Bagaimana membikin keahlian TOEFL mereka meningkat, misalnya dalam enam bulan bisa mencapai sasaran nan dibutuhkan," kata Menag di Jakarta, Sabtu (1/8).

Ia menegaskan, program pembinaan tersebut sebaiknya tidak hanya diperuntukkan bagi alumni organisasi tertentu. Fokus utama, kata dia, adalah menjaring dan membina talenta-talenta terbaik dari kalangan santri agar mempunyai kesempatan lebih besar memperoleh danasiwa dan berkecimpung di tingkat internasional.

"Orientasi kita itu kepada talenta. Jangan hanya memandang organisasinya, tetapi gimana kita menyiapkan orang-orang terbaik. Kalau ekosistemnya dibangun dengan baik, saya percaya kesempatan mereka lolos LPDP bakal semakin besar," ujar Menag.

Untuk merealisasikan pendapat tersebut, Nasaruddin meminta agar konsep program segera disusun secara lebih matang sehingga dapat dikembangkan melalui kerjasama dengan beragam pihak. Salah satu opsi nan dipertimbangkan adalah melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dalam mendukung penyelenggaraan program.

"Kita bisa mengusulkan kerjasama dengan beragam pihak, termasuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), untuk mendukung penyediaan tempat, kurikulum, tenaga pendamping, dan kebutuhan lain dalam penyelenggaraan program," pungkasnya. (H-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia