Membaca 'Kode' di Balik Rencana Safari Politik Jokowi

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Jakarta - Menginjak bulan Juni, sebagian masyarakat sudah menantikan mobilitas politik Joko Widodo (Jokowi). Seperti ramai dibahas sejak beberapa hari ke belakang, seiring meningkatnya kesehatan Presiden RI ke-7 tersebut, dirinya berencana untuk mengunjungi sejumlah wilayah di Indonesia.

Rencananya, perjalanan Jokowi bakal dilaksanakan pada awal bulan Juni 2026. Seperti ditulis detikJateng, salah satu latar belakang perjalanan keliling Indonesia ini adalah memenuhi undangan dari sejumlah daerah.

"Ya ini kan saya banyak undangan-undangan dari daerah-daerah untuk datang dari masyarakat. Ya saya, saya sudah sehat dan saya bakal datangi undangan-undangan nan ada," ujar Jokowi di kediamannya, Sumber, Banjarsari, dilansir detikJateng, Senin (25/5).

Lawatan politis ini nantinya bakal digawangi oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Mengutip detikNews, PSI bakal mendampingi Jokowi saat safari keliling Indonesia. Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkapkan jika support ini juga sebagai corak penegasan jika Jokowi sudah menjadi bagian PSI.

"Selain program pemenangan berbareng PSI, juga mengenai dengan Pak Jokowi sudah tidak lagi di PDIP tapi sudah di PSI gitu lho," kata Bestari dikutip dari detikNews.

Soal rencana perjalanan ini, PDIP adalah salah satu pihak nan banyak memberikan komentar. Juru Bicara PDIP, Guntur Romli, apalagi menyebut jika safari nusantara Jokowi nantinya hanya bakal dibalut dengan bagi-bagi sembako semata.

"Paling dia keliling Indonesia hanya bagi-bagi sembako dan sampulsurat saja. Buat konten di medsos dia saja itu," kata Guntur dikutip dari detikNews, Jumat (29/5).

Sejumlah pihak menerka jika perjalanan ini semata untuk mendongkrak nama PSI sebagai langkah di 2029 mendatang. Soal ini, Guntur pun tidak terlalu khawatir. Sebabnya, Jokowi nan dia disebut dipecat dari PDIP itu tidak lagi mempunyai pengaruh nan besar. Guntur menyebut jika support Jokowi terhadap PSI tidak mempunyai pengaruh, apalagi saat dirinya tetap menjabat sebagai presiden.

Lalu apa makna kombinasi tangan Jokowi bagi PSI? Apakah agenda ini dapat dilihat sebagai langkah untuk menguji ketenaran Jokowi? Simak ulasannya berbareng Direktur Utama KedaiKOPI, Hendri Satrio.

Menuju Jawa Tengah, detikSore bakal kembali mengulas temuan kasus penipuan nan terjadi di Banyumas. Mengutip detikJateng, penipuan berkedok investasi ini menyasar sejumlah pensiunan. Hingga kini, setidaknya sudah ada 13 korban nan melapor dengan kerugian mencapai Rp 1,8 miliar.

Penipuan nan dilakukan oleh seorang mantan pegawai dari Bank Mandiri Taspen Purwokerto tersebut menggunakan modus pinjaman dengan penarikan cepat. Sejumlah korban mengaku tidak tahu gimana sistem tersebut berjalan, namun mereka tetap tergiur dengan kemudahan nan ditawarkan. Bagaimana berita terbaru kasus ini? Simak laporan langsung Jurnalis detikJateng selengkapnya.

Jelang petang kelak detikSore bakal menghadirkan penulis kitab Moving Forward Not Moving On, Trisa Triandesa. Berlatar belakang pendidikan Cognitive Neuroscience and Neuropsychology dari Birkbeck, University of London, dan sarjana ilmu jiwa dari Universitas Kristen Maranatha BandunG, dirinya kemudian menulis kitab nan sarat pengetahuan soal hubungan neurosains dan kesehatan mental.

Dalam sepanjang risetnya saat menulis kitab tersebut, fakta-fakta ilmiah apa saja nan dia temukan? Ikuti obrolannya dalam Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari nan disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat nan tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!" (vys/vys)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News