Jakarta, CNBC Indonesia - Para fans bola basket menyambut Presiden Amerika Serikat Donald Trump dengan paduan bunyi sorakan ejekan nan keras pada Senin (8/6/2026) malam waktu setempat. Tokoh dari Partai Republik tersebut menjadi presiden AS pertama nan menghadiri Final NBA saat gim ketiga seri kejuaraan antara New York Knicks dan San Antonio Spurs.
Mengutip Reuters, Trump datang sebagai tamu dari Presiden Knicks James Dolan. Trump berdiri di dalam kotak mewah di Madison Square Garden nan dijuluki sebagai arena paling terkenal di dunia. Dirinya tampak tersenyum ketika kerumunan penonton nan memenuhi arena mencemooh dan menyorakinya saat wajahnya muncul di layar jumbotron selama lagu kebangsaan dikumandangkan.
"Saya pikir itu luar biasa sebenarnya. Maksud Anda saat mereka mengarahkan kamera ke saya? Saya pikir itu sangat bagus," tegas Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Insiden memalukan ini menandai babak terbaru dalam hubungan rumit Trump dengan mantan kota asalnya tersebut. Para fans nan marah kudu menunggu dalam antrean panjang nan mengular di trotoar Midtown Manhattan. Hal ini terjadi lantaran adanya tindakan pengamanan luar biasa untuk kunjungan presiden.
New York sendiri memimpin kelebihan awal 2-0 dalam seri tujuh pertandingan terbaik melawan San Antonio Spurs. Gim final kandang pertama Knicks dalam 27 tahun ini menjadi tiket paling dicari di lima wilayah kota. Para fans rela merogoh kocek hingga ribuan dolar AS demi memasuki katedral olahraga Amerika tersebut.
Namun kehadiran abdi negara keamanan nan masif memperlambat proses masuk ke arena bagi para pemegang tiket. Para komuter dan turis kudu menavigasi labirin pagar besi hitam nan membatasi lampau lintas pejalan kaki di sekitar letak acara.
Seorang penduduk Brooklyn sekaligus pemilik perusahaan kebugaran mengungkapkan kekesalannya setelah mencoba beberapa pintu masuk untuk masuk ke arena.
"Saya berambisi dia tidak ada di sini. Dia bukan fans nyata dan dia hanya membikin segalanya menjadi mengerikan. Kita telah menunggu seumur hidup untuk ini dan dia membuatnya menjadi tentang dirinya sendiri seperti hal-hal lainnya," tutur Errol Ismail.
Tingkat persetujuan Trump sendiri memperkuat di dekat level terendah dalam pekerjaan politiknya menurut jajak pendapat Reuters/Ipsos nan diselesaikan pada hari Senin. Hanya sekitar 35% responden nan menyatakan setuju dengan keahlian Trump. Pada pertandingan tersebut Spurs akhirnya mengalahkan Knicks dengan skor 115-111 untuk memperkecil kelebihan seri New York menjadi 2-1.
Wali Kota New York City Zohran Mamdani mengatakan kepada wartawan sebelum pertandingan hari Senin bahwa dirinya membeli tiket langsung dari Madison Square Garden seharga nyaris US$1.000. Mamdani dan Trump selama ini kerap mengkritik posisi kebijakan satu sama lain namun pertemuan mereka tetap berjalan ramah.
Pertandingan ini menarik daftar panjang fans kelas atas Knicks ke barisan selebritas. Sutradara movie Spike Lee dan legenda Yankees Derek Jeter serta komedian Ben Stiller semuanya tampak datang di arena.
Trump nan lahir di Queens mempunyai hubungan susah dengan kota nan kebanyakan memilih Demokrat tersebut. Trump juga merupakan pengkritik vokal terhadap aktivisme di dalam NBA. Dirinya menuduh liga basket tersebut telah menjadi organisasi politik ketika banyak pemain memprotes ketidakadilan rasial dalam aktivitas Black Lives Matter pada tahun 2020.
Trump sebelumnya juga menghadapi sorakan dan cemoohan saat menghadiri final tunggal putra tenis US Open di Flushing, Queens pada tahun lalu. Banyak pemegang tiket melewatkan awal pertandingan ketika pemeriksaan keamanan mengenai kehadirannya menyebabkan kebingungan dan memperlambat pintu masuk.
Rencana kehadiran Trump pada hari Senin telah meningkatkan rencana pengamanan sejak akhir pekan. Acara nonton bareng untuk para fans nan biasanya digelar di luar arena untuk pertandingan playoff tidak dilaksanakan pada hari Senin lantaran masalah keamanan menurut Kepolisian New York.
Beberapa visitor mengatakan kepada Reuters bahwa mereka menyambut presiden sebagai sesama fans Knicks. Namun mereka menolak untuk memberikan nama komplit mereka kepada media. Penggemar lainnya menyatakan bahwa mereka sedang mengambil malam libur dari urusan politik.
Seorang wakil kepala norma di ACLU, Ben Wizner, menyatakan bahwa dirinya berada di Garden pada tahun 1999 untuk memandang Knicks kalah dari Spurs di gim kelima. Lembaga tempatnya bekerja sendiri telah mengusulkan puluhan gugatan norma terhadap tindakan pemerintahan Trump.
"Saya tidak bakal membiarkan presiden menghalangi kegembiraan saya malam ini," jelas Wizner.
(tps/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·