Melihat Dampak Transisi EV dan Keberlanjutan Industri Tambang RI

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tercatat sebagai salah satu produsen nikel terbesar di dunia, nan membuka kesempatan pengembangan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) di tanah air. Dengan total persediaan bijih nikel sebesar 5,913 miliar ton per tahun 2024, Indonesia bisa menjadi salah satu produsen besar dunia.

Hal ini pun bakal mendukung transisi industri otomotif dari berbasis fosil menjadi berbasis baterai nan lebih ramah lingkungan. Kendaraan listrik juga bukan hanya cocok di perkotaan, melainkan juga ke seluruh wilayah negeri hingga area tambang.

EV juga bisa menjadi salah satu terobosan utama nan bisa mengganti armada berbahan bakar fosil di area tambang. Dengan begitu operasional pertambangan pun bisa lebih efisien, aman, serta ramah lingkungan. Selain mengurangi ketergantungan pada daya fosil, penggunaan kendaraan listrik juga disebut bisa menekan biaya operasional jangka panjang dan emisi karbon.

Penerapan EV di sektor tambang pun dapat menjadi langkah strategis untuk meningkatkan daya saing industri sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Langkah ini juga sejalan dengan transisi daya nan digencarkan pemerintah, sekaligus dorongan dunia nan menyoroti sisi keberlanjutan pertambangan.

Meski sekarang mulai banyak pelaku industri pertambangan nan melirik EV sebagai pengganti kendaraan operasional, banyak tantangan nan tetap membayangi. Penyediaan prasarana pengisian daya alias SPKLU (Charging station) penyesuaian teknis untuk kondisi tambang, hingga pembiayaan awal nan cukup besar, menjadi tantangan nan disoroti.

Untuk mengupas potensi dan menjawab tantangan tersebut, CNBC Indonesia menggelar EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 dengan tema "The Future of EV's in Mining Industry: Between Efficiency and High Investment". Acara ini bakal berjalan pada Rabu, 29 April 2026, pukul 09.00-12.00 WIB di St Regis Jakarta - Caroline Astor Ballroom.

Forum ini menghadirkan perbincangan strategis nan mempertemukan regulator, asosiasi industri, pelaku upaya pertambangan, serta pemangku kepentingan. EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 bermaksud mengulas peluang, tantangan, serta kesiapan industri dalam mengangkat teknologi EV.

Forum ini juga bakal mendorong kerjasama lintas pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem elektrifikasi pertambangan di Indonesia, menuju masa depan industri nan lebih kompetitif dan berkelanjutan.

Pantau terus cnbcindonesia.com dan CNBC Indonesia TV untuk pembaruan info seputar ekonomi dan bisnis. EV Transition in Mining Industry Outlook 2026 didukung oleh GM Tractors dan GM Mobil.

(rah/rah)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News