Sejarah mencatat hubungan nan erat antara Indonesia dan Tiongkok. Mengingat banyaknya budaya nan teralkuturasi dapat dikatakan bahwa dua negara ini mempunyai kaitan nan erat satu sama lain. Politik luar negeri presiden Prabowo pun mulai merapat ke Tiongkok. Meskipun sebelumnya sempat membikin gempar dengan berasosiasi ke Board of Peace, nyatanya kebijakan dua bumi ialah Negara Macan Asia sekarang mulai menjangkau negara Naga Merah ialah Tiongkok.
Sebelum kejadian drakor (drama Korea) melanda Indonesia, dracin (drama China) sudah terlebih dulu menguasai pasar drama Indonesia, apalagi sebelum demam drama India terjadi. Nama Pai Su Chen dari Legenda Siluman Ular Putih, tampannya Yoko dari drama Kembalinya Pendekar Rajawali dan lucunya Cu Pat Kay dari Kera Sakti tetap mendominasi ingatan generasi milenial.
Hingga sekarang dracin era baru mulai menjadi pengganti “me time” penonton Indonesia disela waktu bekerja maupun sebelum tidur. Padahal jika diperhatikan terkadang alur ceritanya receh, seorang nan kembali ke masa lalu, dirundung dan diremehkan lampau menjadi tokoh pujaan lantaran kuat dan pintar. Ujung ceritanya nyaris sama dengan pemain nan juga itu-itu aja seperti FTV Indonesia pada dulunya nan ceritanya nyaris tidak masuk akal.
Mungkin ini juga dipengaruhi oleh kerinduan dari masa lampau di mana televisi mempertontonkan dracin sebagai tontonan malam sebelum tidur. Bahkan bagi saya nan pada masa itu tetap tidak punya televisi dan menonton di rumah tetangga, dracin ini memberikan ingatan nostalgia masa lampau nan menyenangkan.
Dari sisi sumber daya manusia, Goodstat 2024 mencatat bahwa Indonesia menjadi salah satu tujuan krusial bagi tenaga kerja asing dari beragam negara. Berdasarkan info Kementerian Ketenagakerjaan RI, total tenaga kerja asing di Indonesia per September mencapai 133.979 orang, naik signifikan dibandingkan tahun 2023 dengan total 73.011 orang, nan berfaedah terjadi peningkatan sekitar 83,4%.
Dari jumlah tersebut, Tiongkok tetap mendominasi dengan jumlah tenaga kerja asing terbanyak, ialah 72.667 orang, setara dengan 54,26% dari total tenaga kerja asing di Indonesia pada tahun 2024. Ini menunjukkan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok, terutama di sektor industri dan teknologi.
Eratnya hubungan Indonesia dan Tiongkok ini merupakan salah satu jembatan dalam diplomasi antar negara. Sejalan dengan Asta Cita ke 4 ialah memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM), sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, serta penguatan peran perempuan, pemuda, dan penyandang disabilitas di sini penemuan teknologi digitalisasi system pembayaran digaungkan melalui QRIS. QRIS nan merupakan sistem pembayaran terkini mulai menyasar Tiongkok salah satu negara adikuasa di Asia.
Peluncuran pembayaran digital QRIS di Tiongkok tepat pada 30 April 2026 menandai babak baru kerja sama internasional dalam system pembayaran. Kini setelah QRIS dapat digunakan di Tiongkok masyarakat Indonesia nan mau berekreasi ke sana tidak perlu cemas untuk melakukan penukaran duit lantaran saat ini berbelanja dapat menggunakan QRIS, sekali pindai dan terkoneksi.
Tiongkok merupakan negara ke enam peluncuran QRIS. Sebelumnya QRIS sudah menjangkau Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang dan Korea Selatan. Peluncuran QRIS lintas pemisah ini menunjukkan semangat diplomasi nan tinggi lantaran sebelum masuknya QRIS ke negara-negara dimaksud dibutuhkan pertemuan dan negosiasi nan alot antar negara.
Pendekatan nan dilakukan melalui politik luar negeri dan upaya Bank Indonesia agar sistem pembayaran QRIS ini diterima oleh negara lain membuahkan hasil sekarang perjalanan wisata maupun upaya Masyarakat Indonesia pun turut CEMUMUAH, Cepat, Mudah, Murah, Aman dan Handal.
Kerjasama antar negara ini menunjukkan sisi positif lantaran ditengah gempuran buletin perang dan kekuasaan antar negara nan tidak ada habis-habisnya upaya Indonesia dalam diplomasi sistem pembayaran ini menggulirkan buletin baik. Bahwa tidak semua negara mau menunjukkan kekuasaannya. Insting primitif untuk memperluas wilayah kekuasaan ini telah berganti dengan kerjasama dalam bagian perdamaian antar negara. Perang pada akhirnya hanya bakal membawa kerugian bagi banyak pihak namun ekspansi QRIS ini menunjukkan upaya pendekatan dengan langkah nan lebih ramah dan tidak kentara.
Diplomasi tidak hanya merupakan upaya untuk membikin sebuah rangkaian kunjungan keluar negeri dan melakukan pemborosan anggaran di tengah situasi dunia nan sedang tidak baik-baik saja. Namun ini merupakan hasil upaya nan terus menerus dan berkepanjangan nan dilakukan pemerintah Indonesia berbareng Bank Indonesia untuk terus melakukan ekspansi QRIS sebagai pilihan pembayaran digital.
Kemudahan nan ditawarkan QRIS selain menjadi wadah pertemuan dua negara juga bakal menjadi pintu masuk untuk beragam kerja sama bilateral lainnya nan bakal menguntungkan dua negara. Suatu upaya perkembangan teknologi dan pertumbuhan ekonomi serta berkembangnya corak kerja sama lain, seperti di bagian perdagangan, investasi, pariwisata, serta integrasi ekonomi digital nan lebih luas nan bakal terbentuk saat Macan Asia dan Naga Merah duduk bersama.
3 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·